Wiranto Ditikam

Penjelasan Psikolog soal Adanya Sebagian Komentar Publik yang Tak Simpatik soal Penusukan Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang orang tak dikenal pada Kamis siang (10/10/2019).

Penjelasan Psikolog soal Adanya Sebagian Komentar Publik yang Tak Simpatik soal Penusukan Wiranto
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jend. TNI. Purn. Wiranto membuka acara Temu Nasional Dewan Harian Nasional 45 2017 di Hotel Aryaduta, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017). Dalam sambutannya Wiranto mengingatkan pentingnya toleransi untuk membangun bangsa. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang orang tak dikenal pada Kamis siang (10/10/2019).

Saat turun dari mobil, Wiranto tiba-tiba ditusuk sehingga menimbulkan dua luka di perut kirinya.

Atas kejadian ini, internet dibanjiri pemberitaan tentang Wiranto.

Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Mengapa Menko Polhukam yang Jadi Sasaran?

Publik pun ramai membahas penyerangan tersebut di berbagai lini, termasuk media sosial dan grup percakapan.

Namun menariknya, dari sekian banyak komentar tentang tragedi yang menimpa Wiranto, sebagian orang yang justru merasa "senang".

Kenapa ada orang yang menunjukkan respons seperti ini?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi psikolog sosial Hening Widyastuti.

Sahabat Ungkap Sosok SA, Penusuk Wiranto, Tolak Pancasila dan Ingin ke Suriah

Menurut Hening, kasus penyerangan Wiranto dan komentar publik, erat kaitannya dengan kasus politis yang sifatnya rentan dan sensitif.

"Pak Wiranto menjabat sebagai Menko Polhukam, ada kaitan secara langsung atau tidak langsung, yang bertanggung jawab dengan situasi kondisi keamanan saat ini yang tidak stabil di Indonesia," ujar Hening.

"Kasus demo di mana-mana, serang menyerang lewat media sosial maupun di lapangan antara pendukung yang satu dengan yang lain, belum kasus kemanusiaan di Papua, dan lain sebagainya," imbuh Hening.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved