Menhub Budi Karya Soroti Kasus Ari Askhara: Kementerian BUMN Harus Berhati-hati Menempatkan Direksi

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan kejadian penyelundupan yang terjadi di Maskapai Garuda mempunyai makna yang penting.

TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Menhub Budi Karya Sumadi - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan kejadian penyelundupan yang terjadi di Maskapai Garuda mempunyai makna yang penting. 

Penempatan direksi harus sesuai kredibilitas dan pengalaman yang baik di bidang korporasi sebelumnya.

"Dengan tahap-tahap seperti ini Kementerian BUMN harus berhati-hati menempatkan direksi dengan personal yang memang punya kredibilitas, punya pengalaman yang baik di korporasi sebelumnya," jelasnya.

Said Didu Sebut Dunia Internasional Tertawa soal Kasus Mantan Dirut Garuda Ari Askhara: Memalukan

Budi Karya Sumadi mengungkapkan kejadian penyelundupan yang terjadi di Garuda justru menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki maskapai penerbangan satu ini.

Diketahui sebelumnya, Dirut Garuda Ari Askhara yang sekarang telah dicopot dari jabatannya, melakukan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam Maskapai Garuda GA 9721 Air Bus A330-900 Neo.

Potensi Kerugian Negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kerugian negara sebesar Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar akibat penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dilakukan mantan Dirut Garuda.

Barang tersebut diselundupkan di Maskapai Garuda GA 9721 Air Bus A330-900 Neo.

Harga motor Harley Davidson yang diselundupkan tersebut berkisar Rp 800 juta per unitnya.

Sedangkan nilai dari sepeda Brompton antara Rp 50 juta-Rp 60 juta.

"Dengan demikian total kerugian negara, potensi atau yang terjadi kalau mereka tidak melakukan deklarasi ini adalah antara Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar," terang Sri Mulyani.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved