Minggu, 31 Mei 2026

Ungkap Ada 3 Godaan yang Dihadapi Dirut Garuda, Erick Thohir: Di Garuda Dikelilingi Perempuan Cantik

Menteri Badan Uasaha Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan sulitnya menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) di Garuda. Dikutip TribunPapua.com dar

Tayang:
Penulis: Roifah Dzatu Azmah | Editor: mohamad yoenus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengusaha Erick Thohir memberikan keterangan sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

"Jadi di sini awak kabin itu pergi Jakarta-Sydney, Sydney Jakarta, sementara pilotnya itu menginap di Sydney."

"Ini tidak pernah terjadi dalam kepemimpinan Garuda sebelumnya," tandasnya.

Kemudian adanya mengubah usia pensiun dari 56 tahun menjadi 57 tahun dan berlaku khusus pegawai darat.

"Kemudian juga ada diskriminasi terhadap kebijakan usia pensiun normal dari 56 jadi 57, diberlakukan hanya pegawai darat," terang Zaenal.

Andre Rosiade Apresiasi Langkah Erick Thohir: Jangan Lagi Pensiunan BUMN Dikasi Jabatan

"Sementara kami pegawai Garuda, khususnya awak kabin kenapa sama-sama pegawai pegawai kebijakannya berbeda."

"Kebijakan ditetapkan oleh manajemen tanpa mengajak bicara IKAGI," tambahnya.

Lalu bagi awak kabin yang melawan, di kemudian hari akan langsung di-grounded.

Grounded adalah hukuman yang diberikan pada pegawai Garuda berupa pelarangan ikut terbang.

"Untuk kabin begitu ngelawan, besok di-grounded, termasuk saya," jelas Zaenal Muttaqin.

"Sampai hari ini, saya sudah empat bulan di-grounded tanpa alasan yang jelas, memang dia mencari-cari kesalahan saya."

"Sebelumnya saya sudah di-grounded karena perselisihan perjanjian kerja sama yang tidak rampung dan pemerintah tidak dapat melakukan eksekusi," tambahnya.

Pemindahan kerja juga menjadi ancaman bagi pegawai yang berani membangkang.

"Siapa pun yang berani, langsung out, jabatan bisa hilang besoknya," tutur Zaenal.

"Misalnya dilawan, nih, sekarang kebijakan Pak Ari, besok dipindahkan ke Sorong," imbuhnya.

Adanya Tindak Pelecehan kepada Pramugari

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved