Breaking News:

Viral di Twitter, Video Relawan Banjir Cekcok dengan Pejabat Ciledug, Ini Kronologi dan Pemicunya

Belakangan ini ada kejadian menggegerkan Tangerang di balik kemelut banjir yang merendam Kota Tangerang.

(ISTIMEWA/tangkap layar akun Twitter @Oji4712)
Seorang camat yang tampak memarahi seorang relawan di kawasan Wisma Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (2/1/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Belakangan ini ada kejadian menggegerkan Tangerang di balik kemelut banjir yang merendam Kota Tangerang.

Sebab, sebuah video amatir menunjukan sebuah peristiwa yang mencengangkan.

Berdurasi sekira 39 detik, video viral tersebar luas di media sosial berisi seorang pejabat di Pemerintahan Kota Tangerang yang membentak seorang relawan banjir.

Diketahui, pejabat tersebut adalah Camat Ciledug, Syarifudin yang kala itu sedang meninjau kawasan Wisma Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang hari Kamis (2/1/2020).

Saat ditemui di Komplek Kartika, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Syarifudin menjelaskan kronologis video viral dirinya membentak seorang relawan bernama Raja.

"Kronologisnya itu, saat evakuasi korban pada Kamis siang di Wisma Tajur, saya bertemu Raja yang mengatakan dirinya relawan dari Jakarta. Raja minta peralatan evakuasi mulai dari pengeras suara, lampu senter dan lainnya," kata Syarifudin, Sabtu (4/1/2020).

"Di situ saya bertanya, anda relawan bawa apa saja? Dia enggak bawa apa-apa, cuma bawa selembar kertas dan pulpen," sambung dia.

Viral di Medsos, Kucing Ikut Terpuruk saat sang Majikan Meninggal, Duduk Termenung Meratapi Makam

Kata Syarifudin, saat itu ia juga menerima informasi dari anggota Polsek Ciledug yang sebelumnya sudah menegur Raja atas aksinya di lokasi banjir tersebut.

Menurutnya, dalam situasi yang tak berbeda jauh, Syarifudin melihat Raja melakukan pendataan di depan warga.

"Di situ saya memang langsung menegurnya, karena ingin mengetahui aksi Raja tersebut atas perintah siapa. Sebagai pejabat wilayah, saya dan tim Basarnas saat itu bertanggungjawab penuh. Proses evakuasi dalam situasi banjir separah itu harus digerakan dalam satu komando," terang Syarifudin.

Halaman
1234
Editor: mohamad yoenus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved