ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Virus Corona Disebut Berasal dari Satwa Liar, Bagaimana dengan Pasar Hewan Ekstrem di Manado?

Lantas bagaimana dengan pasar tradisional di Manado, yang juga menjual berbagai macam daging satwa liar untuk konsumsi?

YouTube/KompasTV
Pasar Pinasungkulan , di Manado, Sulawesi Utara yang menjual satwa liar untuk konsumsi 

Kala itu, perdagangan satwa liar kembali diizinkan dan bangkit kembali.

Chief Global Veterinarian di Wildlife Conservation Society, Christian Walzer mengatakan aturan pelarangan ini harus dibuat permanen, agar kejadian serupa tak terulang.

"Pola itu akan terus berulang sampai kita melarang, tidak hanya di China, tetapi di negara-negara lain, penjualan satwa liar, khususnya untuk makanan dan di pasar makanan," ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Pendiri WildAid, Peter Knights.

Ia menyebut, krisis Virus Corona mungkin dapat dihindari, jika larangan perdagangan satwa liar setelah SARS merebak, diberlakukan permanen.

Virus Corona Merebak, Bill Gates Ternyata Pernah Prediksi soal Ancaman Virus sejak Tahun 2018

"Tentunya sudah waktunya bagi negara maju seperti China untuk menilai kembali, kelayakan industri kecil yang berisiko pandemi global, citra nasional, kekejaman terhadap hewan, dan masalah konservasi," kata dia.

SARS, diduga berasal dari musang yang dijual di Provinsi Guangdong.

SARS akhirnya menewaskan lebih dari 750 orang di Tiongkok, dan di tempat lain.

Sementara wabah Virus Corona jenis baru menyebar dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di pusat Kota Wuhan dan telah menewaskan 80 orang di China hingga Senin (27/1/2020).

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul China Sebut Virus Corona dari Satwa Liar, Bagaimana dengan Pasar Hewan Ekstrem di Manado?

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved