Proses Evakuasi Korban Heli MI-17 Belum Berhasil, Cuaca Ekstrem Jadi Kendala Utama

TNI masih berusaha mengevakuasi korban Helikopter angkut MI 17 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Proses Evakuasi Korban Heli MI-17 Belum Berhasil, Cuaca Ekstrem Jadi Kendala Utama
Dok. Pendam XVII/Cenderawasih via Kompas.com
Titik jatuhnya Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua, Senin (10/02/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - TNI masih berusaha mengevakuasi korban Helikopter angkut MI 17 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Proses evakuasi di ketinggian 12.000 kaki dari permukaan laut itu belum berhasil dilakukan.

"Cuaca di wilayah pegunungan Papua ini kan cukup ekstrim. Kadang kita cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang," ujar Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/02/2020).

"Itulah yang menjadi faktor utama kendala untuk melakukan upaya pencarian."

Fakta-fakta Penemuan Heli MI-17 yang Hilang di Papua, Jatuh di Lokasi yang Dianggap Sakral Warga

Proses evakuasi dilakukan pada pagi hari karena kondisi cuaca relatif cerah, hanya saja waktunya tidak menentu.

Sebanyak 4 Heli Bell TNI AD yang disiagakan di Bandara Oksibil untuk melakukan evakuasi.

"Tadi pukul tujuh pagi kita sudah melakukan peninjauan ulang," kata Binsar.

"Kita harapkan ini yang terakhir ke sasaran, kita meninjau titik pendaratan kemudian rute yang bisa kita gunakan pada saat evakuasi. Peninjauan ini sudah selesai dalam keadaan aman."

Lokasi Jatuhnya Heli MI-17 yang Hilang di Papua Dianggap Sakral, TNI Minta Izin Warga untuk Evakuasi

Proses evakuasi melibatkan 1 satuan setingkat kompi (SSK) dari Batalyon Inf 751/Raider Khusus dan tim kesehatan gabungan dari TNI , Polri, dan SAR. Termasuk melibatkan masyarakat lokal dan tokoh tokoh masyarakat.

"Kita sudah lakukan koordinasi dengan seluruh pihak baik aparat TNI, Polri, pemerintah dengan pihak bandara," kata dia.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved