Kamis, 14 Mei 2026

Heran Media Asing Ragukan Indonesia soal Tes Virus Corona, Tim Riset: Kenapa Mengharapkan Muncul?

Professor C.A Nidom angkat suara soal beberapa media internasional yang memberitakan mengapa Indonesia justru belum melaporkan satu pun kasus Corona.

Tayang:
YouTube KompasTV
Tim Riset Uji Coba Infeksi Virus Corona, Professor C.A Nidom angkat suara soal beberapa Media Internasional yang memberitakan engapa Indonesia justru belum melaporkan satu pun kasus positif Virus Corona. 

TRIBUNPAPUA.COM - Tim Riset Uji Coba Infeksi Virus Corona, Professor C.A Nidom angkat suara soal beberapa media internasional yang memberitakan mengapa Indonesia justru belum melaporkan satu pun kasus positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan Nidom saat menjadi narasumber Kompas Petang pada Sabtu (29/2/2020).

Mulanya, presenter bertanya mengapa Indonesia hanya meneliti 136 spesimen.

Soal Indonesia Masih Bebas Virus Corona, Politisi PKS: Presiden Saja yang Sampaikan

Berbeda dengan negara tetangga yang telah meneliti hingga ribuan spesimen.

"Prof ada kekhawatiran juga dan ini juga dibahas oleh media asing soal penyebaran Virus Corona ini Indonesia, kita meneliti 136 spesimen sementara Singapura meneliti 1.200 dan Malaysia 1.000."

"Kekhawatiran itu kemudian muncul dan menjadi bahasan di media internasional, bagaimana menjawab ini? " tanya presenter.

Ditanya demikian, Nidom justru bertanya mengapa Indonesia harus diyakini bahwa sebenarnya ada kasus Virus Corona.

"Jadi kekhawatiran itu berasal dari di Indonesia tidak muncul sample yang positif kan itu problem-nya."

"Pertanyaannya kenapa betul-betul mengharapkan di Indonesia harus muncul?," tanya Nidom seperti dikutip TribunWow.com.

Lalu, Nidom mengungkap dua kemungkinan mengaapa di Indonesia belum ditemukan kasus positif Corona.

Pertama, hal itu dipengaruhi dengan adanya makanan sehari-hari yang dikosumsi orang Indonesia hingga mempengaruhi daya tahan tubuh.

Anies Baswedan: 115 Orang Dipantau, 32 Diawasi Terkait Virus Corona di DKI

"Bahwa ada 2 kemungkinan yang merupakan hipotesis saya satu masalah neutreogenomik yaitu masalah konsumsi sehari-hari yang dikonsumsi masyarakat itu yang berpengaruh terhadap ketahanan seseorang terhadap suatu penyakit," kata Nidom.

Kedua, kemungkinan faktor DNA orang Indonesia hingga tidak mudah terjangkit Virus Corona.

"Yang kedua dari faktor genetik. Bisa juga bahwa faktor genetik berpengaruh pada kepekaan seseorang akan infeksi ini," lanjutnya

Lantas, Nidom mencontohkan beberapa wabah lain yang menjangkit banyak negara namun tak ditemukan di Indonesia

"Jadi banyak sekali wabah-wabah yang terjadi di dunia yang merespons di Indonesia bisa tidak sesuai dengan negara-negara lain."

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved