Penjelasan Pakar soal Berapa Lama Virus Corona Bisa Hidup di Permukaan Benda

Virus Corona menyebar lewat droplet pernapasan (percikal kecil air liur) yang melayang ke udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

YourMechanic.com
Ilustrasi pintu mobil. Virus bisa tertinggal di pegangan pintu, tombol lift, atau pun pegangan di kendaraan umum. 

“Covid-19 adalah virus yang mengandung lemak (lipid) yang berarti bisa dengan mudah dibunuh dengan penyeka mengandung disinfektan,” kata Dr.Charles Gerba, profesor mikrobiologi dan imunologi dari Universitas Arizona.

Pastikan Anggaran Penanganan Corona Bukan Jadi Masalah, Seskab Pramono Anung: Sangat Cukup

Namun, menurut Gerba, kita tidak hidup di dunia yang sempurna.

Kebanyakan orang tidak menggunakan penyeka tersebut dengan benar, sehingga tidak efektif.

Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, walau tisu mengandung disinfektan bisa menghapus bakteri dari permukaan, tetapi pathogen itu bertahan dalam tisunya.

Jika tisu itu dipakai ulang, bakterinya akan berpindah ke lokasi baru.

Untuk mencegahnya, segera buang tisu setelah dipakai.

Vietnam Umumkan Seluruh Pasien Virus Corona di Negaranya Telah Sembuh, Ungkap Kunci Suksesnya

Selain memperhatikan kebersihan permukaan benda, cara paling efektif menghindari paparan kuman adalah dengan tidak sering-sering menyentuh wajah.

Rata-rata orang menyentuh wajahnya 23 kali dalam satu jam.

“Jangan malas mencuci tangan secara benar, semua permukaan dan sela jari harus digosok dengan sabun. Jangan lupa juga untuk mengeringkannya, karena virus bisa bertahan di tangan yang basah,” kata Dr.Robert Amler, mantan pimpinan di CDC Amerika.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Berapa Lama Virus Corona Bisa Hidup di Permukaan Benda?

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved