Jumat, 1 Mei 2026

Peneliti AS Sebut Virus Corona Bisa Bertahan di Plastik 3 Hari, tapi Banyak Dikritik Berlebihan

Hasil studi tersebut mengatakan bahwa selama berada di permukaan, Virus Corona bisa bertahan berhari-hari.

Tayang:
(Xinhua via SCMP)
Ilustrasi - Seorang relawan komunitas mengecek suhu tubuh seorang perempuan di Paviliun Yellow Crane di Wuhan, China, pada Jumat (7/2/2020). Wabah virus corona dilaporkan mewabah di China sejak Desember 2019. 

Bentuk aerosol dari SARS menjadi dasar yang menginfeksi ratusan orang di sebuah kompleks apartemen di Hong Kong pada 2003.

Ketika itu, saluran pembuangan bocor ke kipas langit-langit yang menciptakan bulu yang sarat Virus.

Tim di balik studi NEJM melakukan tes serupa pada Virus SARS dan menemukan perilaku kedua Virus serupa.

Namun, kelayakan serupa mereka gagal menjelaskan kenapa pandemi Virus Corona telah menginfeksi hampir 200.000 orang dan menyebabkan hampir 8.000 kematian.

"Ini menunjukkan adanya perbedaan dalam karakteristik epidemologi Virus yang mungkin timbul dari faktor lain. Termasuk pasokan Virus yang tinggi di saluran pernapasan atas dan potensi orang terinfeksi Virus Corona untuk melepaskan dan menularkan Virus sementara tanpa gejala terlebih dahulu," ungkap peneliti.

Temuan ini menegaskan panduan para profesional tentang kesehatan masyarakat yang meminta jarak sosial (social distancing).

Menghindari menyentuh wajah, tidak lupa menutup mulut saat batuk dan bersin.

Juga sering melakukan disinfektasi ke permukaan benda menggunakan semprotan pembersih atau tisu.

(Kompas.com/ Miranti Kencana Wirawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penelitian yang Didanai AS Sebut Virus Corona Bisa Tahan Berhari-hari di Permukaan Benda"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved