Di Balik Tragedi Meninggalnya 6 Dokter karena Corona, Dokter Adib: Masyarakat Ada yang Tak Jujur

IDI, dr Adib Khumaidi mengungkap risiko penanganan pasien Virus Corona hingga menyebabkan enam dokter meninggal dunia.

Channel YouTube Talk Show Tv One
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Adib Khumaidi mengungkap risiko penanganan pasien Virus Corona. 

Adib lantas menyebutkan, pada banyak kasus dimana penderita Virus Corona tidak jujur soal mereka pernah kontak dengan siapa saja.

"Dan tidak semuanya juga, mohon maaf, ini yang kita harus tekankan, masyarakat tidak menyampaikan secara jujur bahwa dia pernah kontak," jelas Adib.

"Karena kemudian ada keluhan yang (berhubungan dengan dokter) bedah dan kemudian dilakukan tindakan, akhirnya kita tidak tahu kalau dia ada positif."

"Dan kita kontak, dan ini sebenarnya adalah risiko buat kami di tenaga medis," ucap dia.

Adib mengatakan, sekarang ini dokter akan menekankan dan mendetailkan langkah-langkah yang diambil sebelum menangani seseorang.

Meski demikian, hal itu bukan sesuatu yang mudah diterapkan.

"Ya artinya sekarang kalau di dalam pelayanan kita minta itu lebih ditekankan, didetailkan. Tapi di lapangan terus terang cukup sulit," lanjutnya.

Sebenarnya, ujar Adib, risiko terinfeksinya tenaga medis ini bisa diminimalisir dengan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD).

Namun menurut pengakuannya, mendapatkan APD saat ini cukup susah.

"Tapi yang kita dorong sekarang ya temen-temen untuk kemudian menggunakan alat proteksi diri yang standard."

"Problemnya, sekali lagi, itu sangat sulit didapatkan saat ini dan banyak yang kemudian akhirnya dengan secara terpaksa karena dia punya tugas pelayanan, dia harus kontak dengan pasien tanpa alat proteksi yang standar," jelas dia.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved