Bagaimana Virus Corona Mengubah Dunia, Berikut Penampakan dari Eropa hingga Negara Lain

Kurang dari 24 jam, jumlah kasus Virus Corona di seluruh dunia meroket. jumlah kematian mencapai 16.558 kasus.

PAOLO MIRANDA / AFP
Seorang perawat yang mengenakan masker dan peralatan pelindung menghibur yang perrawat lain saat mereka berganti shift pada 13 Maret 2020 di rumah sakit Cremona, sebelah tenggara Milan, Lombardy, selama Italia lockdown. 

TRIBUNPAPUA.COM - Kurang dari 24 jam, jumlah kasus Virus Corona di seluruh dunia meroket.

Jika Senin (23/3/2020) sore pukul 16.46 WIB jumlah terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia adalah 342.407 kasus, per 24 Maret 2020 pukul 11.25 WIB jumlahnya bertambah hampir 40.000 kasus menjadi 381.653.

Sementara itu, jumlah negara dan wilayah yang terjangkit Virus Corona bertambah tiga menjadi 195 dan ada wabah di transportasi angkut (Diamond Princess yang bersadar di Yokohama, Jepang).

Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 16.558 kasus, sementara 102.429 kasus di antaranya sembuh.

 
Suasana stasiun bawah tanah Leicester Square di pusat London, Senin 23 Maret 2020. Pemerintah berjuang mempertahankan ekonomi karena pandemi virus coronavirus atau COVID-19.
Suasana stasiun bawah tanah Leicester Square di pusat London, Senin 23 Maret 2020. Pemerintah berjuang mempertahankan ekonomi karena pandemi virus coronavirus atau COVID-19. (DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akhirnya memberlakukan kebijakan isolasi ketat di negaranya, setelah sepanjang akhir pekan masyarakat tak mengindahkan kebijakan jaga jarak atau social distancing.

Diwartakan Daily Mail, Selasa (24/3/2020) pagi ini WIB, orang-orang Inggris hanya diizinkan pergi keluar untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok, kebutuhan medis, atau olahraga singkat.

Lewat kebijakan baru itu masyarakat hanya boleh bepergian ke dan dari tempat kerja, jika hal itu 'mutlak diperlukan', dan pekerjaan itu tidak dapat dilakukan di rumah.

APD Penting untuk Tenaga Medis, Dokter Handoko: Agar Kita Tak Mati Sia-sia

Johnson mengatakan toko-toko yang menjual barang-barang tidak penting sekarang sedang ditutup, bersama dengan taman bermain dan gereja.

Polisi diberi kekuasaan memaksa, termasuk denda untuk menegakkan tindakan luar biasa yang diberlakukan.

Amerika

Seorang tunawisma tidur di depan kedai kopi Starbucks di Hollywood Boulevard pada 20 Maret 2020 di Los Angeles, California sehari setelah Los Angeles mengumumkan penutupan. California adalah di antara negara bagian yang paling parah dilanda Amerika Serikat, telah memerintahkan 40 juta penduduknya untuk tinggal di rumah.
Seorang tunawisma tidur di depan kedai kopi Starbucks di Hollywood Boulevard pada 20 Maret 2020 di Los Angeles, California sehari setelah Los Angeles mengumumkan penutupan. California adalah di antara negara bagian yang paling parah dilanda Amerika Serikat, telah memerintahkan 40 juta penduduknya untuk tinggal di rumah. (FREDERIC J. BROWN / AFP)

Dalam 24 jam terakhir jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Amerika Serikat ( AS) bertambah 29 orang.

Halaman
123
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved