Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona

IDI Aceh: Kami Siap Bertempur di Garda Depan Lawan Corona, tapi Lindungi Juga Peralatan Tempur Kami

Seiring meningkatnya wabah Virus Corona, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh tenaga medis juga meningkat.

Tayang:
Editor: mohamad yoenus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi - Petugas media mengenakan APD saat menangani pasien Corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Seiring meningkatnya wabah Virus Corona, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh tenaga medis juga meningkat.

Di beberapa wilayah, mulai terjadi kelangakaan APD meski pasien terus meningkat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Aceh Utara, dr Harry Laksmana mengatakan, sejawat dokter yang bernaung di bawah organisasi profesi itu berkali-kali meminta agar pemerintah pusat menyiapkan APD.

Para dokter yang bekerja di puskesmas sempat ketakutan karena tidak tersedianya APD di puskesmas.

Kondisi itu mengancam keselamatan dokter.

Dokter RS Persahabatan Tanggapi Banyaknya Bilik Penyemprotan Disinfektan: Itu Malah Bahaya

Apalagi, dokter di puskesmas bertugas untuk mendeteksi Orang Dalam Pemantauan (OPD) dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Teman-teman sejawat itu bilang, ketakutan juga mendeteksi OTG dan ODP. Ini garda depan. Kalau PDP sudah pasti di rumah sakit rujukan,” kata Harry saat dihubungi, Minggu (29/3/2020).

Harry sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin untuk menyediakan APD khusus di puskesmas.

“Saya dengar sudah ada sekarang APD di puskesmas dalam jumlah terbatas, ini kabar baik. Kami siap bertempur garda depan. Namun, juga lindungi juga peralatan tempur kami. Kalau tidak ada APD, kami mati,” ucap Harry.

Harry menyarankan agar ODP dijaga oleh militer seperti TNI/Polri.

Mahfud MD: Kelas Menengah ke Atas Serukan Lockdown, tapi Orang-orang di Kelas Bawah Menangis

Sehingga tertib menjalani masa karantina di rumah selama 14 hari.

Untuk itu, Harry terus berkomunikasi soal strategi penanganan virus dengan sejumlah pihak di kabupaten itu.

Termasuk ruang isolasi khusus untuk dokter yang menangani pasien.

“Tadi saya sudah komunikasi ke Direktur Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Bu Ida. Beliau siap memfasilitasi ruangan khusus untuk dokter. Jadi, nanti setelah bekerja, mereka di ruang isolasi, tidak langsung pulang ke rumah. Agar keluarganya juga aman,” ujar Harry.

Harry menyampaikan, ruangan khusus untuk dokter itu penting untuk memastikan dokter sehat dan tidak terjangkit virus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved