Selasa, 28 April 2026

Virus Corona

Soal Perbedaan Data Pasien Corona DKI dan Pusat, BNPB: Kendala Teknis Aja Saya Kira

BNPB Agus Wibowo menyebut bahwa data pasien Covid-19 yang dimiliki Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan pemerintah daerah tidak sama.

(Dok. BNPB)
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020). 

Pernyataan tersebut gamblang disampaikan Karni Ilyas melalui tayangan YouTube tvOneNews, Senin (6/4/2020).

Pada kesempatan itu, Karni Ilyas bahkan mempertanyakan data asli korban Virus Corona.

 LP3SE Minta Menteri Puasa Medsos Selama Wabah Covid-19: Corona Bukan Objek untuk Dibuat Lelucon

 

Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam tayangan YouTube tvOneNews, Senin (6/4/2020).
Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam tayangan YouTube tvOneNews, Senin (6/4/2020). (YouTube tvOneNews)

"Ini sesuatu koordinasi yang katakanlah lemah sekali di kita dari zaman dulu, bukan sekarang aja," jelas Karni Ilyas.

"Apalagi koordinasi wilayah-wilayah atau daerah-daerah. Sebetulnya berapa sih korban dari Covid-19 atau Corona ini, akibatnya sekarang jadi kabur."

Terkait hal itu, Karni Ilyas lantas menyinggung pernyataan Achmad Yurianto soal korban Virus Corona,

Menurut dia, jumlah korban yang disampaikan Achmad Yurianto justru jauh lebih kecil ketimbang jumlah jasad yang sudah dikuburkan DKI Jakarta akibat Virus Corona.

"Karena sampai saat ini juru bicara Covid-19 masih menyebut angka 209 yang meninggal dari 2.491 yang sudah terinfeksi oleh Virus Coronal," kata Karni Ilyas.

"Sementara dari DKI data yang ada justru DKI sudah memguburkan 400 lebih jenazah."

Perbedaan data itulah yang menurutnya semakin menunjukkan bahwa pemerintah tak siap menghadapi wabah Virus Corona.

"Jadi masa data nasional lebih kecil dari data DKI? Bagaimana daerah-daerah lain?," ujar Karni Ilyas.

"Jadi kita memang enggak begitu siap untuk menghadapi musibah ini, wabah ini."

 Warga Lombok Timur Berdesakan Sambut Kontestan LIDA 2020 Eva Yolanda, Ini Kata Polisi

Lebih lanjut, Karni Ilyas menyoroti banyaknya negara yang kewalahan menghadapi Virus Corona.

Menurut dia, kesulitan itu semakin bertambah karena belum diketahui lama waktu Virus Corona menyerang.

"Dan tidak hanya kita sebetulnya, negara lain juga kewalahan dengan wabah yang tidak bisa diperkirakan betapa besarnya, berapa banyak dan sampai kapan ini berlangsug," ucapnya.

Karena itu, Karni Ilyas menyebut para pekerja informal akan sangat merasakan dampak serangan Virus Corona.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved