Virus Corona
Kata Moeldoko soal Penerapan PSBB untuk Hadapi Corona: Jangan Sampai Orang dan Ekonominya Mati
Moeldoko membeberkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengatasi wabah Virus Corona.
Ia menambahkan, hingga kini belum mengetahui penyebab ribuan warga DKI Jakarta yang meninggal dunia secara misterius.
Namun, Anies mengaku tak semua warga tersebut menjalani tes Virus Corona.
• Update Virus Corona di Papua: 2 Pasien Meninggal dalam 2 Hari, Satu di Antaranya PDP asal Mimika
"Tetapi itu semua tidak memiliki hasil tes laboratorium yang memnyatakan bahwa mereka positif Covid," kata Anies.
"Ada sebagian yang sudah dites, ada yang tidak."
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya diminta membawa peti mati dan memakamkan warga yang meninggal dunia tersebut.
Anies menyatakan, pihak rumah sakit pun tak menghetahui penyebab kematian ribuan warga DKI Jakarta itu.
"Tetapi Pemprov DKI mendapatkan permintaan dari rumah sakit, diminta untuk datang membawa peti," kata Anies.
"Dan rumah sakit memberikan informasi penyakit menular tanpa ada konfirmasi karena mereka tidak punya hasil tesnya."
Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa pihaknya memakamkan warga tersebut dengan menggunakan protap Virus Corona.
"Kemudian petugas kita membawa dan memakamkan dengan mengikuti protap Covid," jelasnya.
"Jadi saat ini kita belum bisa mengatakan dengan sahih, tetapi bahwa rumah sakit meminta kita untuk memakamkan dan seluruh prosesnya mengikuti prosedur Covid-19 itu adalah fakta." (TribunWow.com/Jayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kepala-staf-kepresidenan-moeldoko-2.jpg)