Senin, 11 Mei 2026

Virus Corona

Ini Data Perkembangan Infeksi Virus Corona di Dunia, dalam 12 Hari Naik dari 1 Juta ke 2 Juta

Kasus Virus Corona atau dengan nama lain Covid-19 pertama kali dilaporkan terdeteksi di Wuhan, China, pada 31 Desember 2019.

Tayang:
YONHAP/AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang suspect pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. 

TRIBUNPAPUA.COMKasus Virus Corona atau dengan nama lain Covid-19 pertama kali dilaporkan terdeteksi di Wuhan, China, pada 31 Desember 2019.

Kini, setelah lebih dari 100 hari, Virus Corona jenis baru penyebab Covid-19 tersebut telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia.

Paa Rabu (15/4/2020), kasus infeksi Virus Corona memasuki angka 2 juta orang.

Hingga hari ini, Kamis (16/4/2020) pagi, melansir data Worldometers, kasus Covid-19 tercatat 2.081.733 kasus.

Dalam dua pekan ini terjadi penambahan kasus yang signifikan, lebih dari 1 juta kasus.

Diledek Teman Bawa Virus, Petugas Pemakaman Pasien Corona Jawab Santai: Saya Justru Lebih Sehat

Kasus infeksi Virus Corona dilaporkan menyentuh angka 1 juta kasus pada 3 April 2020. 

Berselang 12 hari, kasus naik menjadi dua kali lipat.

Berikut perkembangan data kasus Virus Corona pada 3 April 2020 dan 16 April 2020:

  • 3 April 2020
    Kasus infeksi: 1.013.709 orang
    Meninggal dunia: 52.975 orang
    Pasien sembuh: 212.015 orang 
  • 16 April 2020
    Kasus infeksi: 2.081.733 orang
    Meninggal dunia: 134.499 orang
    Pasien sembuh: 509.858

Melihat perkembangan kasus Covid-19, WHO telah mengingatkan negara-negara yang memberlakukan kuncian untuk tak terburu-buru melakukan pelonggaran atau mengakhiri lockdown.

Mengutip pemberitaan Kompas.com, Sabtu (11/4/2020), Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa Covid-19 bisa "bangkit mengerikan" jika lockdown dicabut terlalu cepat.

Ia menekankan, setiap negara harus berhati-hati jika ingin mencabut aturan penguncian.

Curhat Anak Pasien Positif Corona yang Sudah Meninggal: Jalan Rumah Ditutup, Blok Lain Gak Gitu

Kasus di AS naik signifikan

Amerika Serikat mencatatkan kenaikan kasus infeksi Virus Corona yang cukup signifikasi. Awal April lalu, AS melaporkan 243.970 kasus dan angka kematian 5.883 orang.

Data terakhir, kasus di AS mencapai 644.025 dengan 28.517 orang meninggal dunia.

Dengan angka ini, lebih dari 30 persen kasus Covid-19 berada di AS. New York merupakan kota di AS dengan angka kasus tertinggi.

Selain New York, kota yang juga memiliki jumlah kasus banyak adalah New Jersey. 

Adapun Kota Washington yang cukup awal mendeteksi wabah untuk saat ini terlihat telah mampu menekan kasus dengan ditandai dikembalikannya, tempat tidur darurat milik rumah sakit angkatan darat yang sebelumnya sempat digunakan untuk persiapan apabila kasus memuncak.

Sementara itu, selain AS negara yang juga mencatatkan kasus Covid-19 cukup tinggi adalah Italia dan Spanyol.

Kasus di Italia kini berjumlah 165.155 dengan 21.645 orang meninggal dunia.

Adapun, Spanyol mencatatkan 180.659 kasus dan 18.812 orang meninggal dunia.

Paksa Simpanse untuk Semprot Disinfektan, Kebun Binatang Thailand Ini Tuai Kecaman

Kasus di berbagai benua

Eropa

Jika dilihat secara keseluruhan, total kasus di Benua Eropa paling tinggi di antara benua lainnya yaitu 970.757 kasus, denganangka kematian 88.319 orang, dan 257.966 orang sembuh.

Negara dengan angka kasus tinggi di Eropa tersebar di Spanyol, Italia, Perancis, Jerman dan Inggris.

Pada 27 Maret 2020, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikonfirmasi positif terjangkit Covid-19.

Ia sempat menjalani isolasi mandiri di rumah selama 10 hari. Pada 5 April 2020, Boris menjalani peawatan di rumah sakit dan masuk ruang ICU pada 6 April 2020.

Sepekan menjalani perawatan, Boris akhirnya keluar rumah sakit dan melanjutkan perawatan di rumah.

Sementara itu, kasus di Italia menunjukkan tren penurunan sejak 12 April 2020.

WHO mengapresiasi positif tren penurunan di sejumlah negara Eropa.

Spanyol dan Italia bersiap melonggarkan sejumlah larangan dengan tetap menerapkan lockdown.

Amerika

Kasus Covid-19 di Amerika Serikat paling tinggi yakni 644.025.

Negara lain di benua ini yang mencatatkan kasus tinggi di bawah AS adalah Kanada dengan kasus 28.379, 1.010 orang meninggal, dan 8.937 orang sembuh.

Di Amerika Utara, Meksiko, Republik Dominika, dan Kuba dengan masing-masing tak lebih dari 6.000 kasus dan ratusan orang meninggal dunia.  

Kawasan Amerika Selatan mencatatkan 63.302 kasus, 2.797 orang meninggal dunia, dan 22.378 pasien sembuh.

Brazil menjadi negara di Amerika Selatan yang kasusnya paling banyak yaitu 28.610 kasus, 1.757 orang meninggal dunia, 14.026 orang sembuh.

Sukses Kendalikan Corona Tanpa Lockdown, Ini Strategi yang Diterapkan Korea Selatan

Asia

Kasus Covid-19 di Asia tercatat 332.622 kasus hingga Kamis pagi, dengan 12.019 orang meninggal dunia, dan 159.945 orang sembuh.

Kasus terbanyak ada di China dengan 82.295 kasus, 3.342 orang meninggal dunia, dan 77.816 pasien sembuh.

Sementara itu, di Iran tercapat 76.389 kasus, 4.777 orang meninggal dunia, dan 49.933 orang sembuh.

Negara lainnya yaitu India, Korea Selatan, dan Jepang juga termasuk negara dengan jumlah kasus yang cukup tinggi di Asia.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia dan Filipina menjadi negara dengan kasus infeksi Virus Corona tertinggi.

Hingga Rabu (15/4/2020), ada 5.453 kasus di Filipina, dan 349 orang meninggal dunia.

Di Indonesia, ada 5.136 kasus Covid-19, 469 orang meninggal dunia, dan 446 orang sembuh.

Afrika 

Di Benua Afrika tercatat ada 17.827 kasus, 913 orang meninggal dunia, dan 3.862 orang sembuh.

Negara dengan kasus infeksi Virus Corona paling tinggi di Afrika adalah Afrika Selatan dengan 2.506 kasus, Mesir 2.505 kasus, Algeria 2.160 kasus, dan Maroko 2.024 kasus.

Menurut WHO, kasus Covid-19 mulai merembet ke negara lain, antara lain Afrika yang kini mencapai kawasan perkotaan.

"Saat ini, kami mengamati klaster kasus dan komunitas menyebar di 16 negara di benua tersebut," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti diberitakan Kompas.com, 11 April 2020.

WHO bersiap untuk kemungkinan terjadinya kasus-kasus parah di Afrika, yang salah satunya terjadi karena kurangnya sistem kesehatan. 

(Kompas.com/ Nur Rohmi Aida)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Melihat Perkembangan Infeksi Virus Corona, dari 1 Juta ke 2 Juta Kasus dalam Waktu 12 Hari..."

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved