Virus Corona

90 KK di Solo Dikarantina Selama 14 Hari setelah Diduga Kontak dengan Pasien Positif Corona

Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) di dua rukun tetangga (RT) di Kampung Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, dikarantina selama 14 hari.

(Tribun-Video/Buyung Haryo)
ILUSTRASI Virus Corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) di dua rukun tetangga (RT) di Kampung Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, dikarantina selama 14 hari.

Mereka dikarantina karena diduga telah berkontak dengan pasien terkonfirmasi positif Virus Corona atau Covid-19 di wilayah tersebut.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, karantina wilayah bagi 90 KK di Kampung Joyotakan dimulai pada Sabtu (16/5/2020).

Selama karantina, mereka tidak diperbolehkan keluar masuk kampung.

Begitu juga dengan warga yang berasal dari luar wilayah tidak diperbolehkan masuk.

Hal tersebut sebagai antisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Virus Corona.

Data Johns Hopkins University Medicine: Indonesia Tempati Urutan ke-33 Jumlah Kasus Corona di Dunia

"Dalam satu wilayah itu tidak boleh keluar masuk. Warga tidak boleh masuk, yang dikarantina tidak boleh keluar," kata Rudy, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2020).

Pihaknya telah memberikan pemahaman kepada mereka tujuan dari karantina wilayah adalah untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona.

Disamping itu, lanjut Rudy, seandainya warga yang menjalani karantina di wilayah tersebut ada yang terpapar Virus Corona, maka virus tersebut tidak menyebar ke mana-mana.

"Supaya penyebaran (Virus Corona) tidak ke mana-mana, ini dilakukan karantina wilayah. Masyarakat hanya bisa bergerak di wilayah itu saja," ungkap dia.

Rudy menerangkan, semua kebutuhan logistik warga dua RT di Kampung Joyotakan ditanggung oleh Pemerintah Kota Solo.

Mereka mendapat jatah makan setiap harinya sebanyak tiga kali.

11 Tahanan di Polresta Jayapura Positif Virus Corona, Seluruh Personel Polresta akan Jalani Uji Swab

"Logistik dari kami. Nanti kami siapkan konsumsi tiga kali selama 14 hari," ungkap dia.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan, karantina wilayah di Kampung Joyotakan dilakukan untuk membatasi akses keluar masuk warga.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved