Sembako Covid-19 dari 20 Kg Disunat Jadi 1 Kg, DPRD Sumut Nyaris Baku Hantam dengan Petugas

Peristiwa tersebut karena adanya dugaan bantuan sembako untuk warga terdampak Virus Corona atau Covid-19 dikorupsi.

Tribun Medan TV
Anggota DPRD Sumut Ronny Situmorang Nyaris Berkelahi di Simalungun saat sidak pembagian sembako. Iamenduga pembagian sembako dikorupsi 

TRIBUNPAPUA.COM - Anggota DPRD Sumatera Utara hampir terlibat baku hantam dengan petugas di lapangan.

Peristiwa tersebut karena adanya dugaan bantuan sembako untuk warga terdampak Virus Corona atau Covid-19 dikorupsi.

Rony Situmorang, anggota DPRD Sumut tersebut cekcok dengan petugas yang hendak membagikan bantuan sembako Pemprov Sumut ke Kabupaten Simalungun.

Peristiwa tersebut terjadi di Pematangraya.

Saat itu Rony Situmorang melakukan sidak bantuan sembako, hasilnya gula seharusnya 2 kg disunat 2,5 ons.

Berpesta Ritual Adat Sambut 4 Pasien Positif Corona Pulang Kampung, 88 Warga Jalani Rapid Test

Tak hanya itu, Rony Situmorang juga menemukan berat beras yang seharusnya 10 kg disunat 0,5 hingga 1 kg.

"Ada 20 sampel sembako yang kita turunkan. Dugaan kita benar, berat tidak sesuai dengan seharusnya," ucap Rony Situmorang melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (19/5/2020).

"Kita sangat kecewa dengan Pemprov Sumut yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat tetapi kurang dari berat aslinya," sambungnya.

Setelah menemukan dugaan korupsi ini, Rony Situmorang pun menanyakan hal ini ke petugas.

Di sinilah Ia dan petugas nyaris terlibat perkelahian.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved