Ditanya Dahulukan Pandemi Covid-19 atau Ekonomi, Staff Menkeu: Orang Bisa Mati karena Dua-duanya

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo buka suara soal anggapan ekonomi versus pandemi.

(KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)
Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo dalam wawancara bersama awak media di Jakarta, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo buka suara soal anggapan ekonomi versus pandemi.

Masyarakat beranggapan pandemi harus didahulukan saat masa krisis Covid-19, tetapi pemerintah dianggap berpikiran sebaliknya.

Menurut Yustinus, tidak ada ekonomi versus pandemi. Pasalnya yang terjadi saat pandemi Covid-19 adalah ekonomi pandemi.

Yakni kebijakan ekonomi sepenuhnya diarahkan untuk mengatasi masalah kesehatan, jaminan sosial, dan dunia usaha.

"Refleksi untuk diri kita, benarkah ekonomi itu adalah sesuatu yang harus berhadapan dengan pandemi? Ekonomi dulu atau pandemi dulu? Seolah-olah begitu anggapannya. Tidak. Yang terjadi sekarang adalah ekonomi pandemi," kata Yustinus dalam konferensi video, Jumat (22/5/2020).

Yustinus mengatakan, ekonomi pandemi adalah hal yang tidak bisa dipisahkan.

Perawat di Salatiga Pingsan setelah Layani Warga Rapid Test Covid-19, Dinkes Kota: Kondisi Berat

Ekonomi pandemi mengingatkannya pada paham negara kesejahteraan, ada peluang untuk memperkuat peran negara melalui redistribusi dan penataan kelembagaan.

"Kita enggak bisa pisah-pisahkan itu. Orang bisa mati karena Covid-19, juga bisa mati karena enggak bisa makan. Maka harus kita pikirkan betul dua-duanya bisa berjalan beriringan, tentu dengan SOP protokol yang baik," papar Yustinus.

Lebih lanjut Yustinus memaparkan, pasca pandemi mungkin terwujud dunia baru yang meninjau ulang gagasan lama.

Misalnya, kualitas diperlukan tidak cukup hanya ditunjukkan dengan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen atau bahkan 7 persen.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved