Breaking News:

Reaksi Refly Harun Disodori Nama Anies hingga Khofifah terkait Pilpres 2024: Saya Sudah Bisa Menilai

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun sempat ditanya siapa sosok yang akan didukung menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. Refly Harun sempat ditanya siapa sosok yang akan didukung menjadi Calon Presiden (Capres) 2024. 

TRIBUNPAPUA.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun sempat ditanya siapa sosok yang akan didukung menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

Hal itu diketahui melalui channel YouTube pribadinya Refly Harun yang tayang pada Rabu (27/5/2020).

Seorang warganet bertanya siapa yang akan dipilih di antara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk maju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkap mengapa dirinya hanya sempat bertahan empat bulan berada di 'lingkaran istana'.  Hal itu disampaikannya melalui channel YouTube pribadinya Refly Harun yang tayang pada Rabu (27/5/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkap mengapa dirinya hanya sempat bertahan empat bulan berada di 'lingkaran istana'. Hal itu disampaikannya melalui channel YouTube pribadinya Refly Harun yang tayang pada Rabu (27/5/2020). (Channel YouTube Refly Harun)

Refly Harun menjawab, dirinya akan mendukung semua tokoh tersebut untuk maju Pilpres 2024.

"Dari pilihan ini, Sandiaga (Uno), Anies (Baswedan), RK (Ridwan Kamil), Ganjar (Pranowo), dan Khofifah, mana yang akan menjadi Anda dukung kalau mereka jadi maju Capres 2024?," ujarnya membacakan pertanyaan.

"Saya dukung semua, saya dukung semua kan dukung jadi Capres," sambungnya.

Ia mengaku ingin melihat mereka saling menunjukkan kemampuan mereka.

Refly ingin ambang batas perolehan suara presidensial (presidential threshold) dihapus.

Refly Harun Akui Bersedia Maju Pilpres 2024: Kalau Survei Saya Tertinggi, kalau Tidak, Ya Tahu Diri

"Kenapa saya dukung semua, karena saya menginginginkan mereka bisa menjadi calon-calon presiden, dan mereka bisa berdebat untuk menunjukkan kemampuan mereka."

"Karena itu saya mengatakan presidential (threshold-red) hapus, kemudian mereka bisa maju dan bertanding," ujar Refly.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved