Breaking News:

Virus Corona

Achmad Yurianto Luruskan soal New Normal: Normal dengan Protokol, Bukan Normal yang sebelum Covid-19

Juru Bicara Covid-19, Achmad Yurianto alias Yuri mengungkap alasan mengapa pemerintah akan menerapkan tatanan baru atau New Normal.

(Dok. BNPB)
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Juru Bicara Covid-19, Achmad Yurianto alias Yuri mengungkap alasan mengapa pemerintah akan menerapkan tatanan baru atau New Normal.

Hal itu diungkapkan Achmad Yurianto alias Yuri melalui channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Jumat (5/6/2020).

Mulanya, Yuri menjelaskan bahwa banyak sektor pekerjaan yang membuat para pekerja di PHK.

Achmad Yurianto menegaskan pemerintah optimis dalam menangani masalah Virus Corona.  Hal itu diungkapkan Achmad Yurianto alias Yuri melalui channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Jumat (5/6/2020).
Achmad Yurianto menegaskan pemerintah optimis dalam menangani masalah Virus Corona. Hal itu diungkapkan Achmad Yurianto alias Yuri melalui channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Jumat (5/6/2020). (Youtube/Refly Harun)

Akibatnya, mereka tidak bisa makan karena kehilangan pekerjaan.

"Sektor yang berdampak, pekerja yang biasa bekerja di rekreasi, pekerja yang biasa bekerja di tempat industri tidak terkait dengan kebutuhan dasar, mereka kehilangan pekerjaankan."

"Mereka tidak bekerja atau misalnya ojek online mereka tidak bekerja, mereka tidak bekerja berarti tidak makan, tidak mendapatkan rezeki bentuk makan," ujar Yuri.

Sehingga, pemerintah harus menyiapkan bantuan sosial agar mereka bisa memenuhi kebutuhan dasar.

"Inilah kemudian yang oleh pemerintah harus disanggah dengan jaring pengaman sosial nasional," lanjutnya.

Cegah Covid-19, Ini Jarak Fisik yang Paling Efektif untuk Diterapkan

Lalu, Yuri menjelaskan bahwa kini angka pertambahan Virus Corona di Indonesia sudah menurun.

"Nah sekarang ini begitu epedeminya begitu bisa terkendali misalnya kasus pertambahan sudah enggak ada, bahkan kecenderungannya akan turun lebih dari 50 persen dari puncaknya dalam 3 minggu berturut-turut, pertumbuhanya di bawah satu dan sebagainya," ujar Yuri.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved