ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Ratusan Warga Tinggalkan Rumah Gara-gara Takut Rapid Test, Ada yang Jalan hingga Heboh Panggil Ojek

Ratusan warga di kampung Masigit, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang berbondong-bondong kabur.

Dok Dinas Infokom Provinsi Banten
Pemprov Banten menggelar tes cepat massal di lima wilayah, Kamis, 23 April 2020. Hasilnya 11 orang dinyatakan reaktif atau diduga positif Covid-19. 

TRIBUNPAPUA.COM - Ratusan warga di kampung Masigit, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang berbondong-bondong meninggalkan tempat tinggal mereka.

Mereka khawatir dengan rencana tes cepat atau rapid test Virus Corona atau Covid-19 yang akan digelar pemerintah setempat.

Seorang warga setempat, sebut saja namanya Andi menceritakan, para warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak tampak panik dan berhamburan meninggalkan rumah masing-masing pada sekitar pukul 02.00 WIB.

Ada yang berjalan kaki cepat, naik sepeda motor, dan banyak juga para ibu yang berteriak-teriak memanggil tukang ojek.

Bahkan, beberapa warga yang tengah terbaring sakit ikut dipaksa anggota keluarganya untuk meninggalkan rumah.

"Sekarang ini tersisa para pemuda dan bapak-bapak saja untuk berjaga. Kalau yang anak-anak, perempuan dan yang sakit sudah diungsikan," ujar Andi saat dihubungi.

"Ada lebih dari seratus yang mengungsi, sekitar 70 persen warga di Kampung Masigit sudah mengungsi," sambungnya.

Keberadaannya Misterius, Pasien Corona yang Kabur Lompat dari Lantai 2 Masih Dicari Tim Gabungan

Ia mengungkapkan ratusan warga tempat tinggalnya panik setelah beredar informasi akan adanya rapid test massal yang dapat menjadikan mereka menjadi pasien Covid-19 di rumah sakit.

"Memang ada informasi bahwa di sini akan ada rapid test pada Senin pagi. Tapi, ternyata jam 2 sampai jam 3 subuh itu warga pada kabur. Ada yang ke rumah saudaranya di Ciceri, pokoknya pergi dari rumahnya," ujarnya.

Sepengetahuan Andi, salah satu oknum ketua RT setempat yang meminta agar para perempuan dan anak untuk segera mengungsi ke tempat lain karena akan ada rapid test.

"Isu-isu dari warga, itu memang ada dari pak RT yang bilang perempuan dan anak-anak diungsikan dari sini. Karena mau ada rapid test. Nanti kalau ada yang terindikasi, semuanya nanti dibawa ke rumah sakit," jelasnya.

Ia pun menyesalkan tidak ada perwakilan kelurahan maupun pemerintahan setempat yang menenangkan dan memberikan sosialisasi yang baik ke warga Kampung Masigit.

"Seharusnya ada yang melaskan kepada masyarakat bahwa rapid test ini tidak akan menyengsarakan mereka. Ini demi kebaikan bersama," tuturnya.

"Saya sudah mencoba menenangkan, tapi kan masyarakat tidak peduli, saya bukan siapa-siapa," sambungnya.

Sementara itu, Camat Kasemen, Gholib Abdul Mutholib mengungkapkan, bukan hanya warga di Kampung Masigit, kepanikan juga terjadi di beberapa kampung lainnya di Kelurahan Mesjid Priyayi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved