ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Ratusan Warga Tinggalkan Rumah Gara-gara Takut Rapid Test, Ada yang Jalan hingga Heboh Panggil Ojek

Ratusan warga di kampung Masigit, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang berbondong-bondong kabur.

Dok Dinas Infokom Provinsi Banten
Pemprov Banten menggelar tes cepat massal di lima wilayah, Kamis, 23 April 2020. Hasilnya 11 orang dinyatakan reaktif atau diduga positif Covid-19. 

Menurut Gholib, hal tersebut dikarenakan masyarakat masih belum tersosialisasikan dengan baik bahwa rapid test merupakan upaya dari pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Tak Takut Tertular Covid-19, Kisah Ibu Temani Anaknya yang Positif Karantina: Saya Sudah Siap Mental

"Yah kalau dari kecamatan atau kelurahan itu enggak ada. Soalnya itu kan masalah kesehatan, jadi harus orang yang benar-benar dari Dinas Kesehatan yang melakukan sosialisasi," kata dia.

"Kalau dari kami kan khawatir tidak benar sosialisasinya. Tapi, kalau sosialisasi pengumuman dari pemerintah, itu pasti kami teruskan hingga RT," sambungnya.

Terkait oknum RT yang diduga memprovokasi warga Kampung Masigit untuk mengungsi, ia menduga itu semata khawatir wilayahnya dicap daerah penyebaran Virus Corona jika ada yang positif Covid-19 dari rapid test.

"Jadi mereka takut, nanti terkesan bahwa wih ini orang Priyayi nih tempat Corona. Jadi, menjaga image begitu. Khawatir warga Masjid Priyayi kalau keluar itu disangka, ini orang yang terkena Covid-19," jelasnya.

(Tribunbanten.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunbanten.com dengan judul Warga Satu Kampung Mengungsi Tengah Malam Karena Takut Di-rapid Test

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved