Virus Corona
Tak Takut Tertular Covid-19, Kisah Ibu Temani Anaknya yang Positif Karantina: Saya Sudah Siap Mental
"Mau tidak mau saya harus di sini. Kasihan Nduk (panggilan anak perempuan) tidak ada yang merawat," ucap SR
Karena dinyatakan positif, KPA dievakuasi ke tempat karantina.
• Pergi dari Rumah Tengah Malam, 100 Warga di Banten Pilih Ngungsi Gara-gara Takut Rapid Test
"Kalau karantina di rumah, khawatirnya anggota keluarga lain malah tertular. Terpaksa saya ikut serta ke tempat karantina," sambung SR.
Saat awal tinggal di karantina, KPA sempat protes kepada ibunya, karena tinggal di tempat asing.
Dengan sabar SR menjelaskan mereka tengah karantina karena Virus Corona.
Berkat penjelasannya, KPA mengerti kondisinya saat ini.
"Dia sudah tahu dirinya terinfeksi Virus Corona. Dia sudah tahu saat ada petugas medis pakai APD menjemputnya," tutur SR.
Meski demikian berulang kali KPA mengungkapkan keinginannya untuk pulang.
Untuk mengusir rasa bosan, SR meminjamkan gawai kepada KPA.
Selain itu sepeda kesayangannya juga dibawa ke tempat karantina.
Setiap pagi dan sore KPA asik menyusuri kawasan karantina yang sangat luas.
KPA sebenarnya senang mewarnai. Namun aktivitasnya ini tidak bisa dilakukan, karena buku dan alat mewarnainya ditinggal di rumah.
"Semua kan disterilkan di rumah, khawatir menulari yang lain. Jadi tidak ada yang dipakai mewarnai di sini," keluh SR.
• Pasien Corona di Sumsel Kabur saat Diisolasi, Lompat dari Lantai 2 Rumah Sakit
Setiap malam SR tidur bersama anaknya.
SR menyadari risiko tertular karena tinggal di tengah pasien Covid-19.
Namun ia tidak punya pilihan karena tidak mungkin meninggalkan KPA sendiri.