Breaking News:

Rapat Komisi VII DPR Memanas Gara-gara Freeport, Meja Digebrak-gebrak, Orias Petrus Moedak Diusir

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII dan holding pertambangan BUMN MIND ID berlangsung panas.

TRIBUNNEWS/APFIA
Direktur Keuangan PT Inalum, Orias Petrus Moedak saat ditemui di DPR, Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018). 

TRIBUNPAPUA.COM - Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII dan holding pertambangan BUMN MIND ID berlangsung panas.

Anggota Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir ingin mengusir Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak dalam rapat yang digelar Selasa (30/6/2020).

Awalnya, Nasir mempermasalahkan perihal divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) yang sahamnya diserap oleh holding pertambangan BUMN yang saat ini bernama PT Inalum (Persero), pada 21 Desember 2018 lalu.

Meski 51,23% saham Freeport Indonesia kini sudah berada di entitas Indonesia, namun Nasir tetap mempermasalahkan aksi korporasi tersebut.

Menurutnya, sekalipun MIND ID tidak membeli, Freeport Indonesia seharusnya bisa menjadi milik Indonesia saat Kontrak Karya (KK) yang dimilikinya sudah habis.

Nasir pun mencurigai aksi divestasi Freeport Indonesia ini tak hanya soal bisnis, tapi mengandung unsur politis karena mendekati tahun Pemilu.

4 Karyawan di Freeport Dinyatakan Positif Corona, Terungkap saat Akan Kembali ke Tempat Kerja

Apalagi, sambungnya, MIND ID harus berutang sebesar US$ 4 miliar untuk membeli mayoritas saham Freeport Indonesia yang dihargai US$ 3,85 miliar tersebut.

Tak puas dengan aksi korporasi itu, Nasir pun mengusulkan agar Komisi VII membuat Panitia Khusus (Pansus) terkait divestasi saham Freeport Indonesia.

Nasir pun kembali mempermasalahkan saat MIND ID menerbitkan lagi surat utang sebesar US$ 2,5 miliar pada Mei lalu.

"Kami minta bentuk saja Pansus kalau nggak jelas pembelian saham dan ini harus utang lagi," kata Nasir.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved