Berusaha Selamatkan Diri saat Hendak Diperkosa, Buruh Tebu: Ambil Saja Motor dan HP Saya
Seorang buruh tebu merelakan sepeda motor dan ponselnya dirampas agar selamat dari upaya pemerkosaan.
TRIBUNPAPUA.COM – Seorang buruh tebu merelakan sepeda motor dan ponselnya dirampas agar selamat dari upaya pemerkosaan.
Kasus itu terjadi di areal perkebunan tebu di Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah.
Kapolsek Seputih Mataram Iptu Saifulah mengatakan, pelaku telah ditangkap setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Seputih Mataram.
“Pelaku berinisial RN alias Trimo, berusia 35 tahun, warga Kampung Mataram Udik,” kata Saifulah saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).
Pelaku RN ditangkap di area kebun tebu, tidak jauh dari lokasi saat dia mencoba memerkosa dan merampas harta milik korban.
• Suami dan Istrinya yang Hamil 7 Bulan Dibegal, Pelaku: Melawan Kami Tembak, Kami Cuma Mau Motor
Peristiwa itu berawal saat korban tiba di kebun tebu untuk bekerja pada pukul 07.00 WIB.
“Korban buruh di kebun tebu itu hendak mengecek tanaman tebu dari hama,” kata Saifulah.
Setelah mengecek tiga petak kebun, korban hendak pergi.
Namun, dari belakang pelaku tiba-tiba muncul dan mendekap korban.
Pelaku juga menempelkan sebilah golok di leher korban dan disertai ancaman akan dibunuh.
“Dibawah ancaman golok, korban menurut saat diseret ke tengah kebun,” kata Saifulah.
Pelaku kemudian merebahkan korban dan berusaha untuk memerkosanya.
• Korban Pemerkosaan Dicabuli oleh Petugas Perlindungan Anak Berulang Kali, Korban Sampai Trauma
Pelaku juga sempat berbuat cabul.
Namun, saat itu korban memberontak dan meminta agar pelaku tidak memerkosanya.
“Saya jangan diperkosa atau dibunuh, ambil saja motor atau HP saya,” kata Saifulah menirukan perkataan korban kepada pelaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)