Selasa, 14 April 2026

Terus Paksa Polisi Ungkap Kronologi Adik Iparnya Tewas, Edo Konologit: Ada Indikasi CCTV Diedit

Politisi PDIP, Edo Kondologit terus memaksa agar polisi mengungkap penyebab sebenarnya terkait kematian adik iparnya

Tangkapan layar via Kompas.com
Viral di media sosial penyanyi sekaligus politisi PDIP Edo Kondologit marah-marah di kantor polisi. Dari caption video yang diunggah akun Facebook Bob Priyo Husodo, Edo disebut marah karena adik iparnya tewas dengan luka penganiayaan di kantor polisi. 

TRIBUNPAPUA.COM - Politisi PDIP, Edo Kondologit terus memaksa agar polisi  mengungkap penyebab sebenarnya terkait kematian adik iparnya, GKR di Polres Sorong, Papua pada Jumat (1/9/2020).

GKR sendiri ditangkap polisi diduga diduga telah melakukan pencurian, pemerkosaan, dan pembunuhan nenek 70 tahun.

Pada acara Kabar Petang TV One Senin (31/8/2020), Edo Kondologit mengklaim dirinya memiliki informasi yang akurat terkait kejanggalan kematian GKR.

Politisi PDIP Edo Kondologit (kiri) mempertanyakan kejanggalan kematian adik iparnya, GKR, kepada Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi, dalam acara Kabar Petang, Senin (31/8/2020).
Politisi PDIP Edo Kondologit (kiri) mempertanyakan kejanggalan kematian adik iparnya, GKR, kepada Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi, dalam acara Kabar Petang, Senin (31/8/2020). (Capture YouTube TvOne)

 

Eks Kepala BPN Denpasar Diduga Tembak Dirinya Sendiri hingga Tewas, Kapolresta: Senpi Ilegal

Mulanya, Edo menantang agar polisi juga mengungkap hal yang terjadi pada adiknya dengan sebenar-benarnya.

"Saya juga punya kesaksian saya boleh ceritakan semua, saya terbuka, semua jangan ada dusta di antara kita, jangan ada bohong-bohongan karena ini cerita yang harus kiita bongkar secara tuntas," ujar Edo.

"Harus buka CCTV, mulai dari datang sampai terjadi penganiayaan, tolong dibuka semuanya," tuntut Edo Kondologit.

Sementara itu GKR meninggal dalam keadaan dipenuhi luka lebam serta luka tembak di bagian kakinya.

Menurut keterangan polisi, GKR ditembak karena mencoba melarikan diri dan sempat ingin melawan.

Edo merasa bahwa hal itu tidak benar.

"Kapolres bilang, ditembak dengan terukur. Terukur dari mana, Pak Kapolres?" sambungnya.

Edo yang mengklaim dirinya memiliki informasi terkait kematian GKR mengatakan bahwa sang adik ipar telah dipukuli polisi.

"Begini, dia tiba di Polres itu dalam keadaan sehat. Dia ditaruh di lorong. Saya punya informasi yang sangat akurat, saya akan ceritakan ke Propram."

Di Tengah Pandemi Covid-19, Jokowi Ungkap Hanya Papua dan Papua Barat yang Ekonominya Tumbuh

"(GKR) ditaruh di lorong dan digebuki di sana oleh dua orang. Oleh mereka di sana, polisi di situ gebuki dia," jelasnya.

Sehingga, Edo menuntut agar polisi membongkar rekaman CCTV saat kejadian.

Ia menduga CCTV telah diedit untuk memalsukan kematian GKR.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved