Breaking News:

Mengintip Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, Cara Pasien Order Makanan hingga Tangisan

Setelah melakukan perjalanan dinas ke Bali, TB Ardi Januar melakukan tes swab.

(Dok FACEBOOK/TB ARDI JANUAR)
TB Ardi Januar selama di Wisma Atlet untuk melawan Covid-19. 

Sore harinya, sambil membawa koper berisi perlengkapan, TB membalas senyuman anaknya seraya dia meninggalkan rumah menggunakan ambulans.

Begitu sampai di Wisma Atlet dan melakukan registrasi, ia menjalani berbagai pemeriksaan oleh para tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD).

Keesokan harinya, istrinya tiba di Wisma Atlet.

Awalnya ia menganggap ini musibah. Namun, lama-lama ia menganggapnya anugerah dan jalan untuk mengucap syukur kepada Allah.

“Bagaimana tidak bersyukur, dengan mata kepala sendiri, gue lihat ada seorang Bapak datang ke Wisma Atlet sendiri pada sore hari. Padahal istrinya baru meninggal dunia tadi pagi,” tutur TB saat menjawab pertanyaan Kompas.com, belum lama ini.

Lalu ada seorang ayah yang bukan pasien, tapi harus menemani anaknya yang masih kecil karena positif Covid-19.

Ada pula anak bayi yang masih menyusui dinyatakan positif dan harus ditemani ibunya yang negatif.

Tak cuma itu, ada seorang ibu yang harus dikucilkan tetangga, karena Covid-19.

Hari demi hari, teman sesama pasien Covid-19 pun semakin bertambah.

“Ada tentara, birokrat, pengusaha, pedagang, karyawan, pensiunan, hingga anak-anak muda. Kami sampai membuat grup WA yang isinya pasien Covid-19 semua,” ungkap dia.

Ditanya Nagita Slavina soal Anya Geraldine, Rizky Febian: Kalau Anya Mau Serius Nikah, Ayo Aja

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved