Breaking News:

Viral Video Detik-detik Pos TNI di Papua Diserang, KKB Gunakkan Warga Sipil sebagai Tameng Hidup

Video viral di media sosial memperlihatkan detik-detik anggota TNI terlibat kontak senjata dengan kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM).

TRIBUN/HO
Ilustrasi: Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan karyawan Freeport di Kantor PTFI, di Kuala Kencana, Timika, Papua, Selasa (31/3/2020). Tiga Karyawan PT Freeport Indonesia menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kuala Kencana, Timika, Papua, pada Senin 30 Maret 2020. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan detik-detik anggota TNI terlibat kontak senjata dengan kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM).

Baku tembak itu terjadi di Pos Komando Rayon Militer (Koramil) Persiapan Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua pada Minggu (11/10/2020) siang.

Dalam video yang berdurasi satu menit yang diunggah oleh akun Instagram @infokomando, Minggu (11/10/2020), memperlihatkan suasana menegangkan saat terjadi baku tembak.

Pada pukul 13.00 WIT, Pos Koramil Distrik Hitadipa diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca juga: Uangkap Alasan Tembak Anggota TGPF, OPM: Yang Harus Investigasi yaitu PBB, Komnas HAM, dan Gereja

Suasana menjadi genting ketika kelompok bersenjata itu menyerang Pos Satgas TNI.

Baku tembak tak dapat dihindari, tiga anggota TNI terlihat melepaskan tembakan senjata, termasuk membalas dengan muntahan peluru dari senapan minimi yang mengarah kepada suara tembakan kelompok OPM.

Anggota TNI yang terlibat kontak senjata terlihat mengenakan rompi dan helm anti peluru.

Dengan menggunakan senjata api laras panjang, anggota TNI terus menembak ke arah kelompok separatis.

Mereka, kelompok separatis, juga terus melepaskan tembakan ke arah pos TNI.

Anggota TNI lainnya yang berada di pos terlihat berjongkok dan tiarap ketika kontak senjata terjadi.

“Sebar dia, sebar dia” kata anggota TNI yang melihat kelompok sparatis menembak dari segala arah.

“Dekat itu. Kiri, kiri. Hajar,” suara anggota TNI yang memberikan kode.

Suasana pada saat itu begitu genting, dengan suara tembakan tak henti-henti meletus.

Menurut keterangan video itu, jumlah penyerang dari kelompok OPM masih belum diketahui.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dalam baku tembak itu menjadikan masyarakat sipil sebagai tameng hidup.

Mereka melakukan itu ketika menyerang Pos Koramil Persiapan Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Minggu (11/10/2020).

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan serangan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIT.

"Terlihat jelas melalui teropong SPR-2 (Senapan Penembak Runduk) ada beberapa orang masyarakat di bawah tekanan KKSB harus tunduk pada perintahnya untuk ikut bergerak mendekati posisi Koramil, dengan harapan bila ada korban maka TNI akan diberitakan menembak masyarakat," kata Suriastawa dalam keterangannya, Minggu (11/10/2020).

Baca juga: TGPF Tingkatkan Keamanan setelah Satu Anggotanya Kena Tembak KKB di Intan Jaya Papua

Melihat situasi tersebut, kata Suriastawa, anggota TNI hanya memberikan tembakan peringatan tanpa membidik mereka.

Harapannya dengan tembakan tersebut, masyarakat yang berada di bawah tekanan KKSB  dapat menjauh dari lokasi sehingga terlihat jelas mana KKSB dan mana masyarakat sipil.

Suriastawa mengatakan, hingga pukul 15.30 WIT, tidak terdengar lagi suara tembakan dari pihak KKSB yang berada di ketinggian Kampung Balamay.

Menurutnya, masyarakat yang di bawah tekanan KKSB itu juga bergerak menjauh dari Koramil Persiapan tersebut.

"Akibat kejadian tidak ada mengalami kerugian personel, dengan kejadian ini kita mengharapkan agar KKSB menghentikan metode tameng hidupnya dalam melakukan aksinya," kata Suriastawa.

Ia juga menjelaskan, Koramil Persiapan Hitadipa disiapkan untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah Hitadipa.

"Bila KKSB terus mengganggu ketertiban dan keamanan di Hitadipa, secara tidak langsung akan menghambat kemajuan masyarakat di wilayah Hitadipa karena harus selalu siaga untuk mangantisipasi aksi gangguan susulan KKSB," kata Suriastawa. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved