Breaking News:

Sepak Terjang Benny Wenda yang Disebut Makar karena Deklarasikan Pemerintahan Sementara Papua Barat

Sosok pemimpin ULMWP Benny Wenda ramai diperbincangkan oleh warganet usai mendeklarasikan pemerintahan sementara Papua Barat.

Facebook.com/bennywenda
Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda 

Lantas siapa sosok Benny Wenda yang tindak-tanduknya kerap menuai kecaman dari pemerintah Indonesia?

Benny merupakan seorang putra Papua yang lahir pada 17 Agustus 1974. Sejak dulu Benny sudah dekat dengan Organisasi Papua Merdeka ( OPM).

Terlebih sang kakak, Matias Wenda, merupakan pimpinan OPM di Pegunungan Tengah, Papua.

Pada 2001, Benny diduga terlibat dalam aksi penyerangan Polres Abepura. Bekerja sama dengan sang kakak, Benny turut mengerahkan sekitar 500 warga Jayawijaya ke perbatasan Jayapura-Papua Nugini dengan alasan keamanan di Jayapura tidak terjamin.

Kelompok ini juga melakukan pembantaian terhadap enam warga pendatang pekerja kayu di perbatasan RI-Papua Nugini, pada Desember 2001.

Benny Wenda
Benny Wenda (Twitter/BennyWenda)

Baca juga: Tolak Klaim Benny Wenda soal Kemerdekaan Papua Barat, OPM: Kami Mengumumkan Mosi Tidak Percaya

Kemudian pada 2002 Benny Wenda ditangkap polisi lantaran dituding menghasut masyarakat dan memimpin sejumlah pertemuan gelap untuk menyerang pos-pos TNI/Polri pada Juni 2002.

Lalu, pada 29 Oktober 2002, Benny Wenda melarikan diri dari ruang tahanan dengan mencongkel jendela kamar mandi. Benny diduga melarikan diri ke Papua Nugini hingga kemudian melanjutkan perjalanan ke Inggris

Tak lama kemudian, pada 2003, Benny memperoleh suaka dari pemerintah Inggris dan menetap di sana bersama keluarganya.

Lama menetap di Inggris membuat Benny memiliki jaringan internasional yang luas. Dia bahkan pernah bertemu Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pemerintah Vanuatu lah yang ketika itu memfasilitasi tokoh pembebasan Papua Barat itu untuk bertemu Komisi Tinggi HAM PBB.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved