Pasar Mama Papua
Pengurus Forum Pasar Mama Papua Periode 2025 - 2030 Target Benahi Kesenjagan
Secara real saya lihat di Pasar Pharaa Sentani, Youtefa, Hamadi, di Biak, Serui, yang menguasai hasil bumi oleh orang
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Forum Pasar Mama Papua melantik pengurus baru periode 2025 - 2030 di Aula Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Buper, Waena, Kota Jayapura, pada Senin (6/10/2025).
Pelantikan dilakukan oleh pembina forum, Pendeta Ruth Marweri dan Yesaya Samberi disaksikan puluhan pedagang pasar. Pelantikan ditandai dengan penandatangan Surat Keputusan pengurus (SK).
Baca juga: Punya Harga Sama, Cek Perbandingan Spek HP Xiaomi 15T dengan POCO F7 Pro
Adapun rangkaian kegiatan itu, digelar seminar perencanaan ekonomi serta pemberdayaan ekonomi pasar Mama Papua.
Penasehat Pasar Mama Papua, Marthinus Kambuaya mengatakan, Forum Pasar Mama Papua dibentuk untuk menghimpun Mama-Mama Papua yang berdagang di pasar di Tanah Papua.
Baca juga: Kehadiran Bupati Biak pada Festival Kue Bulan Memotivasi Warga Tionghoa Lestarikan Budaya
Marthinus mengatakan, saat ini bukan saja sumber saya alam yang dinikmati oleh orang dari luar Papua tetapi perekonomian di Papua juga direbut, diambil alih dan dikuasai, terutama di pasar-pasar.
"Secara real saya lihat di Pasar Pharaa Sentani, Youtefa, Hamadi, di Biak, Serui, yang menguasai hasil bumi oleh orang nusantara, pertanyaannya orang Papua ada di mana? sehingga ekonomi kita direbut, akhirnya kita lihat Mama Papua jual pinang, hasil kebun [dijual] di alas daun pisang," ujarnya.
Baca juga: Persipura Tundukkan Tuan Rumah Persela Lamongan 1-2, Gol Kelly Sroyer Antiklimaks Bagi Aji Santoso
Kondisi ini memprihatinkan, sehingga forum ini digagas untuk mengangkat, mama atau laki-laki orang Papua supaya mampu secara ekonomi untuk mensejahterakan anak-anak Papua. Forum ini juga hadir untuk membenahi dapur keluarga supaya tidak ada anak putus sekolah.
"Ini yang kita benahi," ujarnya.
Ketua Terpilih Forum Pasar Mama Papua, Pendeta Maryam Kaliele, mengatakan forum terbentuk sejak 2022, namun tahun ini baru diadakan pelantikan pengurus.
Baca juga: Berantas Buta Numerasi, Metode Gasing Yohanes Surya Wajib Diterapkan 6 Provinsi se-Tanah Papua
Sebagai ketua terpilih, rencana program adalah mendorong peraturan daerah untuk mengembalikan hak ekonomi Mama Papua yang hari ini tak berdaya oleh persaingan di pasar-pasar. Kemudian mendorong Pasar Mama Papua yang ada di Kota Jayapura dijadikan pasar tradisional.
"Kami bekerja keras supaya mendorong Perda ini supaya hak-hak ekonomi Mama Papua dikembalikan. Tidak berdaya, karena jualan lokal seperti menjual pinang dan sagu, tidak lagi orang Papua yang jual," ujar Maryam.
Baca juga: Persipura Jayapura vs Persela Lamongan, Dilema Osvaldo Haay dan Dutra Menjamu Sang Mantan
Maryam menilai, terjadi kesenjangan antar pedagang orang asli Papua (OAP) dan non OAP dari jumlah pedagang sayur yang berjualan menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, pertokoan, retail minimarket, kian menjamur, mempengaruhi daya saing. Karena itu, terkadang jika dagangan tak laku pedagang pasar Mama-Mama Papua harus membawa pulang barangan dagangannya.
"Ruko-ruko yang ada buat mereka tidak berdaya. Posisi mereka berjualan [seperti] mereka tidak punya ruang, ketika kami melihat berjualan, panas, debu, kita harus dukung tempat jualan yang layak bagi mereka," ujarnya.
Baca juga: Dinas Kesehatan Biak Tegaskan Pentingnya Higienitas dalam Program Makan Bergizi Gratisw
Maryam menyebut, kendala lain yakni pada transportasi dan produksi. Pedagang lain, langsung menjemput hasil di kebun-kebun petani, sementara pedagang Mama Papua, membutuhkan anggaran lebih untuk mengangkut barang dagangan dari kebunnya ke pasar.
"Mereka bawa jualan dengan ojek, misalnya bayar Rp30 ribu, atau Rp50 ribu, sampai di pasar belum tentu harga [pengeluaran] itu kembali dengan cepat. Kami kalah di produksi. Kami [akan] coba membangun satu kondisi yang jemput mereka sehingga jangan sampai ketinggalan supaya nanti bisa menampung dan produksi juga," ujarnya. (*)
Tribun-Papua.com
Forum Pasar Mama Papua
Pasar Mama Papua
Ketua Terpilih Forum Mama Pasar Papua Pendeta Mary
Kesenjangan ekonomi di Papua
Pemerintah Provinsi Papua
Dinas pemberdayaan perempuan provinsi Papua
Lembaga Adat Perempuan Papua (LAPEPA)
Perempuan Papua
pangan lokal
| Suara Perempuan Minta MRP Jangan Diam Membisu Soal Kekerasan Militer |
|
|---|
| Wabup Jayawijaya Ingatkan Dana Kampung untuk Bangun Gereja Bukan Makan Makan |
|
|---|
| YPMAK Bentuk Pokja 2026 di Kampung Akar Guna Perkuat Ekonomi Berbasis Kerja |
|
|---|
| IKT Jaring Figur Pemersatu di Tanah Rantau Biak Numfor Jelang Musda VI |
|
|---|
| Anggota DPD RI Janji Perjuangkan Tambah Maskapai Atasi Keterbatasan Armada di Biak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadnasdiadaskdasldaskdaskjgjsjdjasdjadahdsajgnkdsladas.jpg)