Ditempatkan di Sel bersama 3 Orang Gangguan Jiwa, Predator Bocah Ini Minta Diantar ke Rumah Sakit
Tersangka predator bocah laki-laki di Batam, AR (36) mengaku sakit kepala setelah lima hari ditempatkan di sel orang gila.
TRIBUNPAPUA.COM - Tersangka predator bocah laki-laki di Batam, AR (36) mengaku sakit kepala setelah lima hari ditempatkan di sel orang gila di Shelter Dinas Sosial Batam.
Di shelter tersebut juga ada tiga orang gangguan jiwa yang sedang dirawat.
Saat ditemui, dia mengaku sakit kepala dan meminta untuk diantarkan ke rumah sakit.
"Sakit kepala Pak, tolong bawa saya ke rumah sakit," ujarnya saat ditemui di Shelter.
Pantauan TRIBUNBATAM.id di Shelter Dinas Sosial Batam, Kamis (7/1/2021), predator anak itu tampak ditahan di sel khusus orang gila.
Sesekali pelaku mengaku sakit kepala dan minta dibawa ke rumah sakit di Sekupang.
Pelaku pun sangat merespon setiap kali ditanya.
Di mana tinggal dan apa yang telah ia lakukan pun dijawab pelaku.
Bahkan ia juga mengakui telah membawa korban ke Marina.
"Saya bawa (korban) ke Marina. Bagi rokok lah pak," ucap pelaku.
AR menghuni Shelter tahanan Dinsos sudah 5 hari, ia dititipkan oleh Polsek Sekupang.
Shelter Dinsos itu dilengkapi 3 ruangan sel tahanan, Selter itu hanya beralaskan tembok semen yang berukuran 2 x 2 meter.
Tak sendiri, AR juga ditemani 3 orang dengan gangguan jiwa di Shelter tersebut.
Baca juga: Ambulans di Los Angeles Tak Layani Orang yang Akan Tewas, Dampak Lonjakan Covid-19
Hanya saja mereka terpisah sel di satu bangunan.
Sebelumnya AR diamankan aparat karena telah melakukan perbuatan asusila kepada IS, bocah 10 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ar-36-pelaku-tindakan-asusila-yang-mengincar-korban-anak-laki-laki.jpg)