Breaking News:

Tips Olahraga untuk Diet, Ternyata Tolak Ukur Bukan dari Keringat tapi dari Denyut Jantung

Pernyataan tanda-tanda olahraga yang dilakukan seseorang itu dinyatakan berhasil jika sudah berkeringat itu salah.

beaumont.org via TribunWow.com
Ilustrasi olahraga 

Michael menyebutkan, jika Anda berolahraga, maka pola pikir tentang berhasil atau tidaknya olahraga yang dilakukan jangan pernah berpatokan pada keringat, melainkan denyut jantung.

"Lebih baik kita menggunakan denyut jantung (sebagai patokan berhasilnya olahraga)," kata dia.

Pakailah atau gunakan alat untuk menghitung denyut jantung Anda saat berolahraga, baik dengan intensitas ringan, sedang maupun berat.

Selama berolahraga, Anda bisa memastikan olahraga yang dilakukan sudah berhasil dengan menghitung kapasitas dan kebutuhan Anda, dengan data detak jantung yang berhasil terekam di alat tersebut.

Adapun, cara menghitung kebutuhan maksimal denyut jantung setiap orang itu berbeda-beda. Anda bisa menghitung kebutuhan dan maksimal denyut jantung Anda saat berolahraga dengan rumus, 220 - (usia Anda)= hasil per menit.

Contohnya, 220 - 20 (usia Anda) = 200 per menit.

Baca juga: Ini Cara Diet Sehat untuk Ratakan Perut Buncit, Pahami Pantangan dan Langkahnya

Maka, 200 per menit ini adalah kepasitas maksimal kemampuan diri Anda dalam berolahraga.

Anda tidak dianjurkan berolahraga lebih dari kemampuan denyut jantung maksimal per menit ini, untuk menghindari risiko dampak lainnya.

Denyut jantung untuk orang diet

Bagi Anda yang sedang melakukan program diet menurunkan berat badan, sebaiknya untuk mendapat manfaat olahraga yang baik disarankan hanya mencapai target 50-70 persen dari denyut jantung maksimal Anda tersebut.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved