Keluarga Curiga dan Ambil Paksa Jenazah Covid-19, RSUD Lewoleba: Hasil Swabnya Positif
Sejumlah orang mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 di Istalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lewoleba, NTT.
TRIBUNPAPUA.COM - Sejumlah orang mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 di Istalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (30/1/2021).
Aksi itu dilakukan keluarga pasien berinisial AHA (58) yang meninggal karena Covid-19 saat dirawat di RSUD Lewoleba.
Suami AHA, Muhamad Aba Ahas mengatakan, pihaknya nekat membawa pulang jenazah itu karena pihak rumah sakit tak menunjukkan surat keterangan resmi yang menyebutkan istrinya meninggal karena Covid-19.
"Tidak ada surat resmi yang menunjukkan istri saya meninggal karena Covid-19," kata Aba saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/2/2021).
Baca juga: Akui Pernah Selingkuh dan Kepergok oleh sang Suami, Nunung Ungkap Alasan Dirinya Dimaafkan
Menurut Aba, ia hanya mendapat informasi lisan dari pihak rumah sakit.
"Informasi lisan yang kami peroleh di rumah sakit, hasil pemeriksaan dia menderita gula darah dan corona," jelas Aba.
Sebelum membawa pulang jenazah, Aba telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait penyebab kematian sang istri.
Keluarga, kata dia, menunggu kepastian penyebab kematian AHA dari pagi hingga sore.
Tetapi, keluarga tak kunjung mendapat penjelasan dari rumah sakit. Keluarga pun curiga ada yang tidak beres dengan hal itu.
"Kami curiga kalau ada yang tidak beres. Makanya kami ambil paksa dan bawa pulang (jenazah) ke rumah," ungkap Aba.
Baca juga: Dicurigai Jadi Mata-mata TNI, Seorang Warga Intan Jaya Papua Ditembak Mati KKB
Penjelasan RSUD Lewoleba
Sementara itu, Direktur RSUD Lewoleba Bernadus Yoseph Beda menyayangkan peristiwa itu. Bernadus mengatakan, keluarga terlalu gegabah mengambil jenazah pasien tersebut.
"Surat hasil pemeriksaan sudah ada," kata Bernadus lewat keterangan tertulis, Senin.
Menurutnya, surat itu hendak ditandatangani oleh dokter spesialis yang bertanggung jawab terhadap pasien Covid-19.
"Hanya saja saat bawa ke dokter spesialis untuk tanda tangan, dia lagi di poli Covid-19 ada pelayanan. Suratnya keluar setelah 10 menit jenazah dibawa pulang keluarganya," kata Bernadus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/keluarga-mengambil-paksa-jenazah-pasien-positif-covid-19-dari-instalasi-gawat-darurat-igd.jpg)