Breaking News:

Bupati Intan Jaya Mengaku Diancam KKB, Kapolda Papua: Ada Banyak Hal yang Membuat Beliau Khawatir

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengakui, roda pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya tidak berjalan karena situasi keamanan tak kondusif.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Jakarta, Selasa (12/11/2019). 

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengaku belum pernah berkantor di Distrik Sugapa sejak awal 2021.

Ia dan jajarannya khawatir dengan kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Natalis sempat menemani tim gabungan pencari fakta (TGPF) Intan Jaya pada akhir 2020. Saat itu, rombongan mereka justru ditembaki kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Saya sempat juga bersama TGPF ditembaki KKB, tapi memang kalau malam (di Sugapa) saya tidak nyaman juga," kata Natalis saat dihubungi, Senin.

Cerita Warga Intan Jaya, KKB Datang Pura-pura Beli Minyak Tanah lalu Menembak Wajah Suaminya

Tak cuma Natalis, aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Intan Jaya juga merasa tidak nyaman saat berada di Distrik Sugapa.

Para ASN kerap didatangi anggota KKB yang meminta bantuan.

Para ASN, kata dia, dituntut memenuhi bantuan tersebut.

"Bukan saya sendiri, seluruh PNS, terutama putra daerah jarang ada di tempat karena mereka dapat ancaman. (KKB) minta bantuan uang atau makanan, kalau tidak dikasih (KKB) malam-malam walau dingin dan hujan mereka bisa menuju ke rumah dengan senjata lengkap," papar Natalis.

Natalis menjelaskan, KKB tanpa ragu melakukan tindak kekerasan kepada warga yang menolak memberikan bantuan.

"Kalau tidak dikasih mereka eksekusi. Buktinya ada dua warga ditembak karena dianggap dekat dengan aparat. Jadi kalau tidak kasih karena kebetulan tidak ada, lalu dibilang kamu merah putih, jadi kita juga disiksa," kata dia.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved