Breaking News:

Kunjungi Sanggar Seni di Sorong, Mendikbud Komitmen Lestarikan Adat dan Budaya Papua Barat

Mendikbud Nadiem Makarim melakukan diskusi dengan warga sekolah, serta pelaku seni dan budaya saat mengunjungi Kabupaten dan Kota Sorong.

(DOK.Kemendikbud)
Nadiem saat mengunjungi SMPN 14 Kab.Sorong 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan diskusi dengan warga sekolah, serta pelaku seni dan budaya saat mengunjungi Kabupaten dan Kota Sorong, Papua Barat.

Sanggar Seni Nani Bili merupakan satu di antara tempat yang ditinjau oleh Mendikbud.

Seperti rilis yang diterima TribunPapua.com Sabtu (13/2/2021), Sanggar Seni Nani Bili merupakan komunitas para pecinta seni dari berbagai suku di Tanah Moi atau Kota Sorong yang saat ini memiliki 276 anggota.⁣

Selanjutnya, Mendikbud berkunjung dan berdiskusi dengan masyarakat adat Moi Kelim di Kampung Malaumkarta dan meninjau cagar budaya Kubu Pertahanan Jepang di Pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan.⁣

Baca juga: Viral Wanita Dipecat setelah 30 Menit Diterima Bekerja, Ternyata Ini Alasannya

Saat melakukan diskusi dengan para pelaku seni dan budaya di sanggar seni Nani Bili, Mendikbud menegaskan berkomitmen untuk memajukan kebudayaan.

Mendikbud mengatakan bahwa kemajemukan adat dan budaya merupakan kekayaan terbesar di Indonesia.

"Ini prioritas Kemendikbud, bahwa selain pelestarian, inovasi juga sangat penting. Sehingga budaya kita bisa dinikmati oleh generasi berikutnya," ujar Mendikbud.⁣

Di Malaumkarta, Mendikbud juga mendorong pelestarian bahasa sebagai bagian dari perlindungan adat dan budaya melalui pelajaran bahasa adat di satuan pendidikan.

Menurutnya, tanpa bahasa daerah yang sarat makna dan kearifan lokal, maka kebudayaan sulit berkembang.

"Ruang kearifan lokal dalam sistem pendidikan kita sudah seharusnya dikembangkan," ungkap Mendikbud.⁣

Dalam rangkaian kunjungannya, Mendikbud juga menyampaikan paradigma baru pemajuan kebudayaan yang digencarkan Kemendikbud.

“Kemendikbud mengubah paradigma dalam membuat kebijakan dan program terkait kebudayaan. Kami memikirkan bagaimana kita dapat melakukan investasi terhadap ekosistem kebudayaan agar berdampak positif bagi perekonomian penggiat seni dan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat adat,” ujar Mendikbud.⁣

Baca juga: Viral Rombongan Moge Dikawal Polisi Lolos Pemeriksaan Rapid Antigen, Walkot Bogor: Kita akan Lacak

Mendikbud menegaskan, “Anggaran apapun yang dikeluarkan oleh Kemendikbud harus ada hasil yang berkesinambungan terhadap ekosistem kebudayaan di masing-masing daerah,” tutur Mendikbud.⁣

Andi Agaki, seniman kontemporer Papua Barat menanggapi diskusi dengan positif.

“Saya pikir, paradigma baru Kemendikbud dalam memajukan kebudayaan punya energi yang sama dengan kami para seniman”.⁣

Turut mendampingi Mendikbud, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kemendikbud, Sjamsul Hadi mengatakan di saat pandemi seperti ini Kemendikbud telah memiliki beberapa program terkait Obyek Pemajuan Kebudayaan.

Pertama, menyediakan ruang ekspresi virtual yang bisa dinikmati oleh semua masyarakat.⁣

Program selanjutnya, yaitu Fasilitasi Bidang Kebudayaan. Kemendikbud melalui Ditjen Kebudayaan telah melakukan stimulus-stimulus melalui dokumentasi dan karya pengetahuan.

“Di sini Bapak atau Ibu ada ruang untuk berkarya atau mendokumentasikan karya dan nantinya ada dana dukungan,” ujar Sjamsul Hadi.⁣

Sjamsul Hadi juga mengajak pemerintah daerah Papua Barat untuk segera melengkapi pokok-pokok pikiran kebudayaan agar menjadi dasar dinas pendidikan dan kebudayaan mengusulkan alokasi anggaran kebudayaan setiap tahunnya. ⁣

Baca juga: Ajak Warga Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, Polsek Demta Bagikan Masker Gratis

Selain itu, turut disosialisasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018, dimana para pelaku seni dapat memanfaatkan dana desa untuk alokasi anggaran pemajuan kebudayaan.⁣

”Jadi para pelaku seni dan budaya yang tinggal di desa-desa, punya karya-karya kreatif, dan punya potensi memajukan kebudayaan di desa, dapat memanfaatkan alokasi Dana Desa ini,” terang Sjamsul Hadi.⁣

(*)

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved