Breaking News:

Polda Maluku Ungkap Asal Senjata yang Dijual Oknum Polisi ke KKB: Itu Senpi Sisa Kerusuhan Ambon

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat mengungkapkan fakta penjualan senjata api laras panjang dan pendek oleh oknum polisi.

(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol, Muhamad Syaripudin, Danpomdam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Polresta Pulau Ambon, Selasa (23/2/2021) 

TRIBUNPAPUA.COM - Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat mengungkapkan fakta penjualan senjata api laras panjang dan pendek oleh oknum polisi.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kompas Petang, Selasa (23/2/2021).

Senjata api dan amunisi tersebut dijual ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Menurut Kabid Humas Polda Maluku, kedua oknum yang terlibat berperan sebagai perantara.

Ia mengungkapkan senjata yang dijual merupakan sisa sitaan dari kerusuhan di Ambon, Maluku.

Baca juga: Praka MS Kumpulkan Ratusan Amunisi saat Latihan Menembak lalu Dijual hingga ke Tangan KKB

"Untuk senjata api laras panjang, anggota Polri mendapatkan dari kerusuhan tahun 1999 di Ambon. Yang bersangkutan menjual langsung kepada tersangka di Bintuni," ungkap Roem.

"Sementara untuk yang laras pendek merupakan senjata sisa kerusuhan yang terjadi di Maluku atau Kota Ambon," lanjut dia.

Senjata itu beberapa kali berpindah tangah sampai akhirnya sampai ke oknum yang menjadi tersangka.

"Kemudian berpindah lagi dan dijual ke A, ke B, dan ke C. Terakhir dijual ke tersangka yang ditangkap di Polres Bentuni tersebut," terang Roem.

Dalam tayangan yang sama, sebelumnya Roem menjelaskan awal mula kasus itu terungkap.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved