Fakultas Kedokteran UGM Yogjakarta Bakal Buka Program Studi Bedah di Uncen Jayapura

Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada RSUP Yogjakarta bakal membuka program studi bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura.

Penulis: Musa Abubar | Editor: Astini Mega Sari
(Tribunpapua.com/Musa Abubar)
Dokter spesialis bedah saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada RSUP Sardjito Jogjakarta, dr. Rachmat Andi 

TRIBUNPAPUA.COM - Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada RSUP Yogjakarta bakal membuka program studi bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua.

Dokter spesialis bedah saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada RSUP Sardjito Jogjakarta, dr. Rachmat Andi mengatakan pihaknya sementara menyokong pelayanan pendidikan kesehatan di Papua.

Menurut dia, sudah cukup lama pihaknya merintis kerja sama dengan RSUD Jayapura, untuk itu  Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada RSUP Sardjito Yogjakarta, akan membuka program studi bedah.

Program studi bedah ini akan dilakukan bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.

Baca juga: 3 Petugas PMI Jayapura Muntah-muntah setelah Disuntik Vaksin Covid-19, 2 di Antaranya Harus Diinfus

Menurut Rachmat, hal ini merupakan bagian dari upaya kita mengembangkan pendidikan kesehatan dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM)  di Papua.

"Jadi, ke depan melalui Universitas Cenderawasih dan RSUD Jayapura, itu dalam kemandirian pengembangan SDM di Papua, secara khusus dimulai dari bedah sebagai motor," kata Rachmat kepada TribunPapua.com, Sabtu (13/3/2021).

Rachmat juga menuturkan bahwa departemen bedah RSUD Jayapura dan Fakultas Kedokteran Uncen yang saat ini paling siap untuk membuka program studi bedah.

"SDM lengkap hanya kurang satu dua orang, kita dari UGM Jogjakarta yang akan memback-up," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Jayapura Gratiskan Pengurusan Admistrasi Kependudukan Warga di Perbatasan RI-PNG

Program ini dinilai sangat dibutuhkan di Papua.

Pasalnya, seluruh rumah sakit di Papua masih sangat membutuhkan tenaga bedah sehingga diharapkan bisa mengembangkan SDM Papua di bidang tersebut.

"Itu sebenarnya adalah jangka menengah dan panjang, kalau bisa secepat-secepatnya segera kita memulai pendidikan itu," katanya.

(Kontributor TribunPapua.com/Musa Abubar)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved