Rabu, 29 April 2026

Kabaintelkam Mabes Polri Minta Penyelenggara Pemilu Transparan dan Independen saat PSU Yalimo

KabaIntelkamp Mabes Polri meminta agar penyelenggara pemilu di Kabupaten Yalimo agar bekerja independent serta trasparan dalam pelaksanaan PSU.

Tayang:
Penulis: Musa Abubar | Editor: Astini Mega Sari
(Tribun-Papua/Musa Abubar)
KabaIntelkamp Mabes Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - KabaIntelkamp Mabes Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw meminta agar penyelenggara maupun pengawas pemilu di Kabupaten Yalimo, Papua, agar bekerja independent serta trasparan dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di kabupaten tersebut.

"Dalam pemilu, sebenarnya pemimpin ini dipilih oleh rakyat untuk rakyat, maka dari itu saya sampaikan kepada Ketua KPU dan Bawaslu agar bekerja secara independen dan transparan dalam menyelenggarakan serta mengawasi jalannya pemilu," kata Paulus ketika melakukan kunjungan ke Kabupaten Yalimo, Kamis (22/4/2021).

Melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun-Papua.com, Jumat (23/4/2021), Paulus berpesan kepada masyarakat dan unsur pimpinan yang ada di Kabupaten Yalimo untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar pelaksanaan PSU nantinya berlangsung aman dan kondusif.

Baca juga: Kotak dan Surat Suara untuk PSU di Kabupaten Yalimo akan Ditampung di Wamena sebelum Didistribusikan

Paulus Waterpauw.
Paulus Waterpauw. ((KOMPAS.com/Mei Leandha))

"Pemilihan itu tujuannya memilih anak bangsa anak asli daerah yang memiliki integritas yang baik dan layak sehingga dalam proses pembangunan Kabupaten Yalimo ini akan berkembang pesat. Maka siapa yang terpilih dialah yang dipercayakan masyarakat untuk membangun," ujar Paulus.

Mantan Kapolda Papua ini menyarankan agar penyelenggra dan pegawas pemilu untuk melaksanakan deklarasi siap menang dan kalah.

"Saya sampaikan kepada KPU dan Bawaslu bahwa harus mencanangkan deklarasi siap menang dan siap kalah, namun yang terjadi di lapangan sering tidak ada yang mau mengalah. Maka dari itu harus dilaksanakan deklarasi siap terpilih dan juga siap tidak terpilih,” katanya.

Ketika ada pelanggaran dalam pemilu, Paulus meminta untuk segera dilaporkan kepada pihak yang terkait dan juga Sentra Gakkumdu yang ada.

Baca juga: Tolak PSU, Pendukung Yusak Yaluwo-Yakob Weremba Gelar Aksi Unjuk Rasa di Boven Digoel

Ia menegaskan TNI-Polri dalam status netral dalam pelaksanaan PSU.

"Jika ada kendala dan hambatan segera laporkan langsung kepada kami agar kami segera dan dapat membuat langkah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen menjelaskan saat ini jadwal PSU sudah ada dan sementara dipersiapkan. (*)

Berita lain terkait PSU di sejumlah daerah di Papua

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved