Sabtu, 2 Mei 2026

Viral Video Kakek yang Cabuli Anak SD Dikepung Massa yang Ngamuk, Ternyata Beraksi Tak Sendiri

Seorang kakek berinisial E (65) hampir diamuk massa oleh warga di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tayang:
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi pelecehan seksual - Seorang kakek bernisial SA (50) disebut ikut mencabuli bocah perempuan yang duduk di bangku sekolah dasar (SD). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang kakek berinisial E (65) hampir diamuk massa oleh warga di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun kepala desa berhasil mengamankan kakek tersebut dari amukan massa dan membawanya ke kantor polisi untuk diproses hukum.

Kakek berinisial E (65) tersebut diduga memerkosa seorang anak.

Baca juga: Cari Identitas Wanita yang Viral Naik Motor Masuk Tol, Polisi: Belum Ketemu, Pelat Nomor Tak Jelas

Kakek tersebut sempat menjadi bulan-bulanan sejumlah warga yang geram atas perilakunya itu.

Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, terlihat sejumlah warga menghakimi kakek tersebut.

Para pria di lingkungan itu tampak sangat emosi hingga terjadi aksi saling dorong terhadap orang yang melindungi kakek E.

Insiden yang menimbulkan kehebohan ini akhirnya dilerai oleh perangkat desa dan aparat.

Beruntung, nyawa kakek E masih selamat meskipun kondisinya dalam keadaan tidak mengenakan baju.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cibentang Hasanudin menyampaikan bahwa insiden pengeroyokan yang viral di media sosial itu terjadi di rumah kepala desa pada Rabu (21/4/2021), pukul 21.00 WIB.

Awalnya, dua orang pria diduga kuat memerkosa seorang bocah perempuan berusia 8 tahun.

Warga yang sudah geram kepada kakek tersebut akhirnya berbondong-bondong datang mencari ke kantor desa.

Baca juga: Anak Penjual Asongan di Lampu Merah Kendari Lolos Jadi Tentara, Ini Kisah Perjuangannya

Pada kesempatan yang sama, puluhan orang sudah ada di rumah kepala desa untuk menunggu sang kakek demi melampiaskan kemarahan.

"Kejadian itu malam-malam hari Rabu, di rumah saya. Jadi kakek ini dibawa ke rumah saya untuk diamankan, takut dipukuli warga yang sudah emosi. Dan kita memang mau mediasi dulu, tapi karena massa sudah banyak, terjadilah penggerudukan," kata Hasan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Hasan menjelaskan, kasus itu terbongkar setelah teman korban melapor ke ibu korban bahwa telah terjadi pemerkosaan.

Sang ibu akhirnya datang melapor ke rumah kepala desa dan mencari terduga pelaku, yakni kakek E.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved