Breaking News:

KKB Papua

Soal Ada Oknum Aparat yang Bantu KKB di Papua, Hidayat Nur Wahid: Ini Penting untuk Dievaluasi

Hidayat Nur Wahid berduka atas banyaknya jumlah korban baik luka dan meninggal akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB.

MPR RI
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid 

TRIBUN-PAPUA.COM - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid berduka atas banyaknya jumlah korban baik luka dan meninggal akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Diketahui korban dari aksi brutal KKB dari warga sipil, anggota TNI, dan anggota Polri.

Hidayat berharap kekerasan oleh KKB tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari dengan hadirnya negara secara maksimal untuk menyelamatkan NKRI dan menyelamatkan Papua dalam konteks NKRI.

Baca juga: Operasi Pengejaran KKB Satgas Nemangkawi Berakhir Juni, akan Dievaluasi sebelum Diperpanjang

Hal tersebut disampaikannya usai mendengar pemaparan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam rapat virtual bersama Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan MPR For Papua secara virtual pada Senin (3/5/2021).

"Saya sangat berduka dengan apa yang disampaikan Prof Mahfud MD dari begitu banyaknya warga yang terluka maupun sampai wafat sejak tiga tahun lalu. Ada 51 TNI, 16 Polri yang terluka, belum yang sipil ada 53. Kemudian kalau yang meninggal 59 sipil yang meninggal, 27 TNI dan 9 Polri. Ini sungguh amat sangat membuat kita bersedih," kata Hidayat.

Selain itu, kata Hidayat, ia juga merasa berduka adanya oknum TNI yang disersi dan membelot ke KKB serta adanya oknum Polisi yang menjual senjata ke KKB.

Hidayat menilai hal tersebut menjadi bagian penting untuk dievaluasi sehingga tidak menghadirkan permasalahan di internal TNI maupun Polri.

"Tentu kita juga sangat berduka kok ada saja rekan oknum TNI yang disersi dan kemudian ikut ke OPM atau KSB. Ataupun juga ada oknum dari Polisi yang kemudian malah menjual senjata ke pihak mereka. Ini tentu juga menjadi bagian yang penting untuk dievaluasi sehingga tidak kemudian menghadirkan permasalahan di internal TNI maupun Polri sendiri," kata Hidayat.

Baca juga: Sebut 95 Orang Meninggal akibat KKB dalam 3 Tahun Terakhir, Mahfud MD: Itu dengan Tindakan Brutal

Hidayat mengatakan, parlemen telah berupaya menjalankan perannya menjaga keutuhan NKRI terkait separatisme Papua.

Ia mencontohkan pada 14 Maret 2016 lalu sebagai Ketua Delegasi dari MPR RI pihaknya berkunjung ke Afrika Selatan dan bertemu dengan Wakil Ketua Parlemen Afrika dan Ketua Parlemen Afrika Selatan untuk menyampaikan tentang permintaan dan dialog tentang bagaimana menjaga NKRI agar mereka tidak terprovokasi dan teepengaruh kampanye daripada Benny Wenda.

"Karena dia (Benny Wenda) ternyata juga berkampanye dan bertemu dengan parlemen-parlemen di Afrika," kata Hidayat.

Hidayat menegaskan Parlemen akan satu kata dengan pemerintah dalam menjaga NKRI dan tidak membiarkan separatisme terjadi.

"Tentu saja kita ingin adalah betul-betul NKRI terjaga dan Papua menjadi bagian dari NKRI dan sejahteralah mereka, tidak ada pelanggaran HAM tapi kemudian separatismenya bisa terselesaikan sehingga kita semuanya bisa aman, sejahtera di NKRI," kata Hidayat.

Berita KKB lainnya

(*)

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved