Breaking News:

Kapolda Sebut Miras jadi Akar Masalah dari Mayoritas Tindak Kriminal di Papua Barat

Kapolda Papua Barat menyebut akar masalah yang mendominasi terjadinya tindakan kriminalitas di Papua Barat adalah minuman keras (miras).

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Astini Mega Sari
(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing menyebut akar masalah yang mendominasi terjadinya tindakan kriminalitas di Papua Barat adalah minuman keras (miras).

"Akar masalah kriminalitas di Papua Barat adalah miras, karena orang-orang yang melakukan tindak kekerasan itu setelah dia minum (miras)," ujar Sihombing, Kamis (6/5/2021)

"Karena miras yang dikonsumsi ini memang betul-betul untuk melakukan tindak kejahatan," tuturnya.

"Setelah minum anda mengintimidasi orang saat naik mobil, minta uang dan lainnya. (Aksi) seperti itu menghiasi sebagian tempat di Papua Barat."

Baca juga: Gelar Operasi Pekat Selama Ramadan, Polda Papua Barat Sita Ribuan Miras hingga Ratusan Senjata Tajam

Kondisi ini, kata Sihombing, harus disikapi bersama oleh semua pihak, baik pemerintah, tokoh agama, hingga pemuda.

Ia juga menegaskan persoalan miras tidak ada kaitannya dengan banyaknya masyarakat pendatang.

"Kita tidak boleh berpolemik terkait dengan politik sebab itu adalah tindak kriminal murni,"nucapnya.

"Kami hanya bisa mengatakan bahwa jika minum miras terus melakukan tindak pidana, maka itu adalah tindak kriminalitas murni."

Sihombing juga mengungkapkan sejumlah kendala dalam menangani kasus miras di Papua Barat.

"Yang menjadi kendala kita di Papua Barat itu adalah pepohonan itu bisa dijadikan minuman."

Baca juga: Polisi Sita Miras Illegal yang Hendak Dibawa ke Pedalaman Kimaam Merauke

Ia juga menyinggung tradisi kekerasan yang ada di tengah masyarakat.

"Ada tradisi-tradisi bahwa darah dibalas dengan darah, padahal akar masalahnya adalah minuman keras," ungkap Sihombing. (*)

Berita lainnya terkait Papua Barat

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved