Akibat Jaringan Internet Putus, Ini Masalah yang Dihadapi DPPAD Provinsi Papua
Akibat jaringan internet putus di Kota Jayapura, Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua mengalami tiga permasalahan besar.
Penulis: Musa Abubar | Editor: Roifah Dzatu Azmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar
TRIBUN-PAPUA.COM - Akibat jaringan internet putus di Kota Jayapura, Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Papua mengalami tiga permasalahan besar.
"Berkaitan dengan sinyal yang hari ini tidak ada, kami mengalami permasalahan besar," kata Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait kepada Tribun-Papua di Jayapura, Sabtu (8/5/2021).
Tiga permasalahan besar yang dihadapi adalah pertama, permasalahan ketika melakukan pendaftaran siswa baru secara daring dan menggunakan aplikasi.
Baca juga: Jaringan Internet di Jayapura Belum Pulih, AJI Jayapura Surat Diskominfo dan Telkom: Kita Dirugikan
"Saya sudah mengimbau kepada seluruh sekolah, dengan protab kesehatan sangat ketat silahkan anak-anak bisa langsung datang sendiri secara fisik ke sekolah untuk mendaftar," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan ke setiap kepala sekolah untuk menjaga protokol kesehatan, karena prosesnya sedang berjalan.
"Nanti kalau sinyal sudah baik, barulah bisa melakukan pendaftaran dengan menggunakan aplikasi," katanya.
Permasalahan kedua akibat putusnya jaringan internet yakni proses pendaftaran di perguruan tinggi.
"Hari ini juga kita mengalami permasalahan karena Covid-19 dan jaringan hilang, ini permasalah kita," ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada beberapa perguruan tinggi tertentu yang membuka ruang kepada Papua khususnya beberapa daerah yang tidak ada akses ini agar bisa mendaftar secara online.
Baca juga: Telkom Terjunkan Satgas untuk Jaga Jaringan Internet saat Pelaksanaan PON Papua
Permasalahan selanjutnya, atau ketiga akibat hilangnya jaringan internet, yaitu program adik dan adem, karena kedua program itu ada dibawah kendali DPPAD Papua, program adik akan diputuskan oleh Kemendikbud dan sistem penerimaanya secara online hanya karena sinyal hilang maka diminta untuk membawa fisiknya ke Dinas Pendidikan.
"Setelah fisiknya dibawa ke kami lalu kita akan sampaikan ke pusat, lalu proram Adem kita akan sampaikan ke SMA-SMA tertentu yang ada diseluruh indonesia," katanya.
"Kita harap walaupun sinyal hilang dibeberapa kota di Papua, tidak mengurangi semangat anak-anak untuk masuk ke perguruan tinggi," tambah dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-internet.jpg)