Gandeng PMI, RSUD Jayapura Luncurkan Program Donor Plasma Konvalesen
RSUD Jayapura bekerja sama dengan PMI Jayapura meluncurkan Donor Plasma Konvalesen di rumah sakit tersebut, Selasa (11/5/2021).
Penulis: Musa Abubar | Editor: Astini Mega Sari
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Musa Abubar
TRIBUN-PAPUA.COM - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jayapura meluncurkan program donor plasma konvalesen di rumah sakit tersebut, Selasa (11/5/2021).
Peluncuran program donor plasma konvalesen itu dihadiri oleh Direktur RSUD Jayapura, drg Aloysius Giyai beserta sejumlah staf rumah sakit setempat.
Pihaknya akan mengusulkan 10 orang pendonor plasma konvalesen pertama kepada Gubernur Papua Lukas Enembe untuk diberi penghargaan.
"Nanti kami kumpulkan semua nama-nama pendonor dengan penanggung jawab Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), lalu akan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk memberikan penghargaan," katanya kepada awak media setelah peluncuran.
Penanggung jawab Bank Darah RSUD Jayapura sekaligus alat donor plasma konvalesen, dr Elim Yubelina Mangayun menjelaskan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk donor plasma konvalesen.
Baca juga: Poli Umum RSUD Jayapura Tetap Buka untuk Pasien Kronis Selama Libur Lebaran
Pertama, pendonor harus dipastikan pernah terinfeksi Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh dua kali dengan pernyataan tes PCR dan bebas keluhan minimal 14 hari.
Usia pendonor harus 18 sampai 60 tahun, bisa laki-laki dan perempuan, tetapi diutamakan laki-laki.
Bila pendonor perempuan, maka diutamakan yang belum pernah hamil.
"Jadi, kita tidak memberikan prioritas pada donor perempuan, tetapi pada donor laki-laki," ujar dr Elim Yubelina Mangayun.
Kemudian, kata dia, yang sudah diperiksa antibodinya dan memenuhi syarat lebih dari 200 mikromililiter maka akan dilakukan donor.
Tak hanya itu, syarat lainnya adalah pendonor harus lulus seleksi pemeriksaan kesehatan terutama penyakit infeksi menular.
Pendonor juga tergantung pada berat badan. Jika berat badan pendonor 80 kg maka bisa didapat tiga kantong, satu kantong itu sekitar 200 cc.
Baca juga: Mutasi Covid-19 B1617 India Sudah Masuk Indonesia, Gugus Tugas Papua Barat: Masyarakat Jangan Lengah
Dia mengatakan, alat yang digunakan untuk donor plasma konvalesen, avereziz, merupakan bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2020.
Aloysius mengatakan, alat donor plasma konvalesen itu pertama kali di Papua dan baru ada di RSUD Jayapura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/rsud-jayapura-luncurkan-donor-plasma-konvalesen.jpg)