Breaking News:

Sepanjang Tahun 2020 hingga 2021, Ada 130 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Papua Barat

epanjang tahun 2020 hingga 2021 ini, tercatat masih banyak kejadian kekerasan yang dialami oleh perempuan di Papua Barat.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Aktivis Perempuan di Papua Barat, Yuliana Numberi. 
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Sepanjang tahun 2020 hingga 2021 ini, tercatat masih banyak kejadian kekerasan yang dialami oleh perempuan di Papua Barat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aktivis Perempuan di Papua Barat, Yuliana Numberi kepada Tribun-Papua.com, Kamis (20/5/2021)

Kata Numberi, baik kekerasan dalam rumah tangga dan juga diluar itu (tanpa ikatan pernikahan).

"Dua tahun belakang ini ternyata banyak sekali perempuan yang mengalami kekerasan," ujar Numberi.

Baca juga: Viral Video Satpol PP Tendang Kursi di Cafe saat Razia Prokes, Wali Kota Singkawang Minta Maaf

Numberi menuturkan, kasus kekerasan ini sering ditangani oleh kepolisian, kekeluargaan bahkan juga secara adat.

"Banyak sekali perempuan yang sudah hidup satu atap dengan laki-laki dan melakukan hubungan hingga dikaruniai anak namun belum diikat melalui pernikahan baik gereja bahkan negara," ucapnya.

Kemudian, setelah itu terjadilah tindakan kekerasan dan laki-laki malah menuntut hak  asuh anak.

Selain itu, lanjut dia ada juga fenomena perempuan yang tinggal serumah dengan laki-laki namun merasa nyaman saja.

"Saya melihat pada kasus ini si perempuan malah tidak menghargai otonomi tubuhnya, sebab tanpa ikatan dia telah menyerahkan tubuhnya ke laki-laki," ungkap Numberi.

"Akhirnya hari demi hari dia jalani dan berujung dengan kekerasan psikologi sebab tak kunjung dinikahi."

Baca juga: Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Yahukimo Tiba di NTT, Pasukan Kodim Kupang Beri Penghormatan

Numberi juga membeberkan sepanjang tahun 2020 dan 2021 kasus yang telah ditangani oleh setiap pegiat perempuan mencapai 130 kasus.

"Kasus yang tercatat dan telah ditangani sudah mencapai 130 kasus. Pelakunya bervariasi ada masyarakat, ASN, dan bahkan oknum TNI-Polri," ucap Numberi.

"Ada yang sudah menghamili kemudian tuntut hak asuh anak. Yang paling banyak berada di Manokwari," imbuhnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved