Breaking News:

Bantah Putusnya Kabel Laut Sebabkan Total Black Out di Papua, Menkominfo Sebut Hanya 4 Wilayah

Menurut Johnny G Plate, putusnya kabel laut optic fiber milik Telkom hanya berdampak pada empat wilayah.

Editor: Claudia Noventa
Siaran Pers/Kompas.com
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate membantah bahwa putusnya kabel laut milik Telkom berdampak di seluruh wilayah Papua.

Menurut Johnny G Plate, putusnya kabel laut optic fiber milik Telkom Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Sarmi, Jayapura hanya berdampak pada empat wilayah.

Johnny menjelaskan, kabel laut tersebut putus sekitar pukul 21.40 WIT pada 30 April 2021.

Posisinya berada di 280 kilometer dari Kota Biak dengan kedalaman 4.050 meter di bawah permukaan laut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate (tengah), DIrektur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kanan), dan Dirjen PPI Kemenkominfo Rahmat M. Ramli dalam konferensi pers Kemenkominfo mengenai upaya perbaikan kabel fiber optic Telkom yang putus di Papua, Senin (7/6/2021).
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate (tengah), DIrektur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kanan), dan Dirjen PPI Kemenkominfo Rahmat M. Ramli dalam konferensi pers Kemenkominfo mengenai upaya perbaikan kabel fiber optic Telkom yang putus di Papua, Senin (7/6/2021). (Kemenkominfo TV/ YouTube)

"Yaitu Kota Jayapura, Abepura, Sentani dan Sarmi," ujar Johnny dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/6/2021).

"Saya perlu tekankan ini karena seolah ada kesan putusnya kabel tersebut mengakibatkan total black out di Papua, tidak betul," kata politikus Partai Nasdem tersebut.

Baca juga: Hilangnya Internet di Jayapura Buat Warga Merasa seperti Hidup 10 Tahun Lalu: Aktivitas Terbatas

Baca juga: KKB Papua Semakin Brutal Beraksi, Anggota DPR Singgung Kapolri dan Panglima TNI: Malah Kecolongan

Johnny menyebut putusnya kabel laut tersebut berdampak pada total grafik dari normal sistem komunikasi di Papua, yakni sekitar 154 Gbps dari total trafik di Papua sebesar 464 Gbps.

Berdasarkan penulusuran sementara, putusnya kabel laut tersebut diakibatkan karena faktor alam.

"Gangguan infrastruktur telekomunikasi ini hingga saat ini dari hasil pengamatan kami diakibatkan karena faktor alam," terang Johnny.

Johnny menambahkan, peristiwa putusnya kabel laut di lokasi tersebut bukan kali pertama.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved