Breaking News:

PERSIPURA

Jacksen Tiago Akui Todd Ferre Emosi Lepas Kontrol saat Ricuh Persita vs Persipura

Todd Ferre punya kualitas spesial.Mantan pemain Timnas Indonesia U-19 itu dikenal sebagai pemain lincah dan berteknik tinggi.

Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Thamzil Thahir
Instagram @rivaldoferre46_
Gelandang Persipura, Todd Rivaldo Ferre 

Permainan tempo cepat dan keras dilakoni kedua tim.

Beberapa kali pelanggaran keras, membuat wasit meniup peluit “cancel”.

Ketegangan membuncah di menit ke-11.

Persita unggul melalui gol striker andalannya, Aldi Al Achya (27 tahun).

Di menit ke-15, Persipura kebobolan lagi.

Tim berjulukan Le Viole dan Pendekar Cisadane menambah gol.

Brace dari bomber berpostur 1,71 cm ini menggelar selebrasi, yang oleh anak Papua dianggap berlebihan dan mengejek.

Aldi Al Achya mencetak brace dan ditambah tendangan bebas Ahmad Nur Hardianto.

Keunggulan Persita bertambah pada menit ke-30 setelah tendangan bebas Ahmad Nur Hardianto bersarang di gawang Persipura Jayapura.

Nah, di menit ke-32, ketegangan memuncak lagi.

Emosi pemain Persipura tak tertahankan , dengan tackling pemain belakang Persita,

Bek Persita menekel keras pemain Persipura dengan dua kakinya.

Lalu, sebelum turun minum Persipura Jayapura sempat membuat peluang melalui Boaz Salossa dan Todd Rivaldo Ferre.

Sayang peluang itu, tak terakumulasi jadi skor.

Sekor 3-0 di akhir babak pertama, membuat tensi langsung meninggi di awal babak kedua.

Kedua tim bermain ngotot.

Kemelut pun sempat terjadi di depan gawang Persita hingga akhirnya wasit menghadiahi penalti.

Persipura sempat menjebol gawang Try dan skor berubah 3-1. 

Ada teriakan samar-samar. “Masak cuma penalti…..!”

Tensi permainan cukup tinggi.

Beberapa kali kontak fisik dan saling dorong antarpemain di lapangan.

Posisi pemain Persipura wajar tertekan.

Dengan 3 gol tanpa balas di babak pertama, dan permainan yang cenderung monoton membuat skuad empat kali juara Liga Indonesia ini, menjadi keras.

Alur, ritme dan karakter permainan cepat dan menyerang Anak Papua mengendor dan tak terlihat.

Puncaknya di menit 66.

Kericuhan antarpemain terjadi.

Pemain bernomor punggung 46 dan 16 berlari dari luar lapangan.

Inilah yang membuat panpel, tim pelatih dan manajer masuk ke lapangan di menit 73.

"Dalam permainan sepak bola, tensi tinggi itu wajar. Tapi, keputusan ini serentak kami ambil untuk menghentikan pertandingan karena tidak ingin permainan ternodai oleh hal-hal yang memicu emosional kedua belah pihak," terang manajer Persita, I Nyoman Suryanthara tentang kericuhan itu.

Suryanthara sendiri mengakui ada “kesalapahaman”.

"Sempat terjadi kesalahpahaman tapi semua tetap terkendali dan bisa diselesaikan dengan baik. Sayang sekali sebenarnya karena permainan berjalan sangat baik. Ini seharusnya bisa menjadi ajang yang baik juga untuk Persita dan Persipura Jayapura menjajal kemampuan masing-masing."

"Tapi ke depannya, semoga kami bisa kembali bertemu di lapangan dengan permainan terbaik. Yang penting, sportivitas tetap di atas segalanya dan kita semua bersaudara. Sedikit gesekan itu biasa, tapi di luar lapangan, kita semua tetap saudara," imbuhnya.

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago (53 tahun) meminta maaf kepada masyarakat sepak bola Indonesia, menyusul insiden kericuhan antarpemain di laga ujicoba Persipura vs Persita Tangerang, di Stadion Indomilk Arena, Karawaci, Banten, Minggu (13/6/2021).

“Mohon maaf,Kepada semua sahabat2ku dari Persita Tangerang,.

Maupun masyarakat sepakbola Indonésia. That’s all i can say... (hanya itu yang bisa kusampaikan,) ujanya dengan emoticon deep emotion.”

Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun instagramnya, @jt_jacksen_f_tiago_coach, Minggu (13/6) pukul 21.21 WIT. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved