ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Peneliti Indonesia-Australia Temukan Spesies Katak Baru Papua di Hutan Mimika Kawasan Freeport

Litoria Lubisi, katak pohon hijau besar ditemukan di hutan Mimika, Papua, oleh peneliti Indonesia-Australia, Burhan Tjaturadi-Stephen Richards.

Tribun-Papua.com/Humas PT Freeport
LITORIA LUBISI - Spesies katak baru Papua yang ditemukan peneliti Indonesia-Australia di hutan kawasan PT Freeport, Kabupaten Mimika. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Paul Manahara Tambunan

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan South Australian Museum menemukan spesies katak baru di kawasan PT Freeport Indonesia (PTFI), Kabupaten Mimika, Papua.

Spesies yang ditemukan adalah Litoria Lubisi, sejenis katak pohon hijau besar yang merupakan anggota keluarga Litoria Infratrenata.

Vice President, Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, penemuan itu telah dipublikasikan di jurnal internasional Zootaxa 4903 (1): 117–126.

Nama Lubisi diambil dari Dr Rusdian Lubis yang dulunya menjabat sebagai Senior Vice Presiden PTFI Bidang Lingkungan dan Keselamatan Kerja.

"Penemuan spesies ini menambah daftar panjang penemuan spesies baru di area kerja PT Freeport Indonesia sejak penelitian keanekaragaman hayati pada 1997," kata Riza kepada Tribun-Papua.com, Selasa (15/6/2021).

Litoria Lubisi memiliki fisik cukup unik karena ukurannya cenderung besar. Panjangnya mencapai 70 mm.

Peneliti Katak Papua
LITORIA LUBISI - Peneliti Indonesia-Australia, Burhan Tjaturadi-Stephen Richards menemukan katak pohon hijau besar di hutan Mimika, Papua.

Lanjut Riza, katak ini terlihat kuat serta memiliki warna lebih mencolok dibandingkan katak hijau lainnya.

Katak yang hidup di dataran rendah tersebut juga memiliki mulut yang lebar.

Setiap kerangka giginya terdiri dari 10 gigi kecil disertai garis rahang yang tak begitu tegas pada permukaan kulitnya.

"Litoria Lubisi memiliki tiga selaput memanjang di antara keempat jarinya. Bentuk kakinya memanjang, memperkokoh genggaman dan cengkramannya," jelas Riza.

Tak hanya itu, bagian tubuh hewan ini meliputi beberapa warna, mulai kuning di bagian bawah badan dan ujung jari kaki, warna biru pucat di sepanjang lipatan kulit, serta warna coklat kemerahan pada beberapa garis di bagian perut dan selaput kaki.

"Katak ini ditemukan hanya di hutan sagu yang ada di Mimika, Papua," ungkap Riza, seraya menjelaskan penelitian dilakukan sejak 2006.

Adapun tim peneliti, Stephen Richards dari South Australian Museum, dan Burhan Tjaturadi, seorang peneliti independen yang bekerja di Tanah Papua sejak 1999.

Burhan ketika itu bergabung dengan WWF dan Conservation International. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved