LIPSUS MENCARI PENGGANTI KLEMEN TINAL
Siapa Pengganti Klemen Tinal? Demokrat Tunggu Titah Lukas Enembe
Bapa gubernur balik sekitar bulan Juli minggu pertama ke Papua, jadi kita menunggu saja, sudah beliau balik baru mulai diskusi
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan TribunPapua.com: Calvin Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Partai Demokrat Papua masih menunggu titah dan petunjuk dari Ketua DPD Demokrat Papua, sebelum menentukan siapa sosok pengganti mendiang Wakil Gubernur Klemen Tinal (1970-21 Mei 2021).
Sang Ketua DPD Demokrat Papua adalah Lukas Enembe (53 tahun). Demokrat adalah pengusung utama pasangan Lukas Enembe - Klemen Tinal, di Pilgub Papua, 2018 lalu.
Pasangan Lukas - Klemen (Lukmen) termasuk awet di Papua.
Duo mantan bupati dari pegunungan tengah Papua ini, sudah tandem sejak 2013 lalu.
Lukas bupati dua periode di Puncak Jaya. Klemen juga dua periode jadi Bupati Mimika.
• Partai Koalisi di Papua Tak Buru-buru Cari Pengganti Klemen Tinal
Hingga pekan ketiga Juni 2021, Enembe, masih dirawat di Mount Elizabeth Hospital, Singapura.
Kala kabar duka meninggalnya Wakil Klemen datang, kondisi kesehatan Enembe masih labil.
Ia masih dalam perawatan intensif pada VIP rumah sakit di kawasan Orchad Park, negeri Singa itu.
Sementara, Klemen meninggal di RS Abdi Waluyo, Gondangdia, Menteng, Jakarta Selatan, dua puluh tujuh hari lalu, Jumat (21/5/2021).
Hingga awal Juni 2021, M Rivai Darus, juru bicara Lukas, mengabarkan, kondisi kesehatan atasannya terus membaik. “Semoga awal Juli, ini bisa kembali ke Tanah Air,” kata Darus.
Kabar membaiknya kondisi kesehatan Enembe, juga dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir. Kepada TribunPapua.com, Sabtu (12/6/2021) lalu, Boy mengkonfimasi, atasan partainya baru balik ke Kota Jayapura, pekan pertama Juli 2021.
• Warga Sentani Berharap Tribun Papua Hadir di Pelosok
Baru, sekembali dari perawatan panjang di Singapura itulah, pengurus Demokrat Papua, akan membahas mekanisme dan siapa penduduk kursi orang nomor dua di Kantor Gubernur Papua.
“Bapa gubernur balik sekitar bulan Juli minggu pertama ke Papua, jadi kita menunggu saja, sudah beliau balik baru mulai diskusi,” katanya.
Boy menjelaskan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua belum menggelar rapat dan konsolidasi soal kursi wagub. "Kita di Fraksi maupun Partai belum bahas, karena masih menghormati Pak Klemen yang baru saja meninggal," ucapnya saat dihubungi wartawan Tribun-Papua.com melalui telepon seluler Jumat (12/6/2021).
Boymenambahkan pihaknya belum mau terburu-buru sebab menghormati kebiasaan adat di suku Pegunungan Papua. “Beliau itu tokoh Papua, jadi kita harus menghormati dan menghargai walaupun ketentuan perundang-undangan itu ada cuma kita sendiri Demokrat belum untuk mau membicarakannya" ungkapnya.
Meski demikian, Demokrat mengakui, pihaknya sudah berkomunikasi informil dengan sejumlah elite partai koalisi pendukung Lukmen. Dia menyebut, Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Papua, Mathius Awoitauw, sudah menghubunginya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/gubernur-papua-lukas-enembe-31.jpg)