Minggu, 26 April 2026

8 Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan, Bisa Obati Sakit Maag hingga Kuatkan Tulang

Selain digunakan sebagai bumbu, cengkeh juga digunakan dalam pengobatan. Berikut ini beberapa manfaat cengkih bagi kesehatan.

IST
cengkeh atau cengkih - Selain digunakan sebagai bumbu, cengkih juga digunakan dalam pengobatan. Berikut ini beberapa manfaat cengkih bagi kesehatan. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Cengkeh memiliki manfaat yang beragam bagi kesehatan.

Cengkeh merupakan kuncup bunga dari pohon cengkeh, atau tumbuhan hijau yang dikenal sebagai Syzygium aromaticum.

Cengkeh biasanya dijual dalam bentuk utuh dan digiling halus dan digunakan untuk membumbui daging panggang, menambah rasa pada minuman panas, dan memberi aroma segar pada kue.

Selain digunakan sebagai bumbu, cengkeh juga digunakan dalam pengobatan tradisional.

Dalam beberapa penelitian, cengkeh terbukti memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan.

Berikut ini beberapa manfaat cengkeh bagi kesehatan, seperti dilansir dari Healthline.

1. Mengandung nutrisi penting

Cengkeh mengandung serat, vitamin, dan mineral.

Dengan demikian, penambahan cengkeh pada makanan atau minuman dapat memberikan beberapa nutrisi penting.

Dalam 2 gram cengkeh giling mengandung nutrisi berikut.

  • Kalori: 6
  • Karbohidrat: 1 gram
  • Serat: 1 gram
  • Mangan: 55% dari Nilai Harian (DV)
  • Vitamin K: 2% dari DV

Selain itu, di dalam cengkeh juga mengandung mangan.

Menurut studi berjudul “The role of nutrients in bone health, from A to Z” mangan merupakan mineral penting untuk menjaga fungsi otak dan menguatkan tulang.

Baca juga: 3 Manfaaat Cengkeh yang Bisa Dipakai Sehari-hari, sebagai Pereda Sakit Gigi hingga Bahan Disinfektan

2. Tinggi antioksidan

Selain mengandung beberapa vitamin dan mineral penting, sebuah penelitian berjudul “Antioxidant capacity of 26 spice extracts and characterization of their phenolic constituents” menunjukkan bahwa cengkeh kaya akan antioksidan.

Antioksidan adalah senyawa yang dapat mengurangi stres oksidatif, yang dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kronis.

Cengkeh juga mengandung senyawa yang disebut eugenol, yakni senyawa yang bisa bekerja layaknya antioksidan alami.

Sebuah penelitian tabung berjudul “Assessment of antioxidant activity of eugenol in vitro and in vivo” menemukan bahwa eugenol menghentikan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas lima kali lebih efektif daripada vitamin E, antioksidan kuat lainnya.

Memasukkan cengkeh ke dalam makanan bersama dengan makanan kaya antioksidan lainnya dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

3. Dapat membantu melindungi dari kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam cengkeh dapat membantu melindungi terhadap kanker.

Sebuah studi berjudul “Clove Extract Inhibits Tumor Growth and Promotes Cell Cycle Arrest and Apoptosis” menemukan bahwa ekstrak cengkeh membantu menghentikan pertumbuhan tumor dan mempromosikan kematian sel dalam sel kanker.

Studi tabung reaksi lain berjudul “Comparative anticancer potential of clove (Syzygium aromaticum)--an Indian spice--against cancer cell lines of various anatomical origin” menunjukkan bahwa jumlah minyak cengkeh yang terkonsentrasi menyebabkan kematian 80% sel kanker kerongkongan

Baca juga: 9 Tips Isolasi Mandiri di Rumah bagi Pasien Covid-19, Jangan Sampai Stres dan Kurang Tidur

Eugenol yang ditemukan dalam cengkeh juga telah terbukti memiliki sifat antikanker.

Sebuah studi tabung berjudul “Eugenol enhances the chemotherapeutic potential of gemcitabine and induces anticarcinogenic and anti-inflammatory activity in human cervical cancer cells” menemukan bahwa eugenol dapat menyebabkan kematian pada sel kanker serviks.

Namun, perlu diingat bahwa penelitian tabung reaksi ini menggunakan ekstrak cengkeh, minyak cengkeh, dan eugenol dalam jumlah yang sangat pekat.

Ukuran yang aman untuk dikonsumsi masih belum dapat dipastikan dan masih diteliti lebih lanjut.

4. Dapat membunuh bakteri

Sebuah penelitian berjudul “Antimicrobial Activities of Clove and Thyme Extracts” menunjukkan bahwa cengkeh telah terbukti memiliki sifat antimikroba yang berarti dapat membantu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme, seperti bakteri.

Satu penelitian tabung berjudul “Microbicide activity of clove essential oil (Eugenia caryophyllata)” menunjukkan bahwa minyak esensial cengkeh membunuh tiga jenis bakteri umum, termasuk E. coli, yang merupakan strain bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Terlebih lagi, sifat antibakteri cengkeh bahkan dapat membantu meningkatkan kesehatan mulut.

Dalam satu penelitian tabung reaksi berjudul “Compounds from Syzygium aromaticum possessing growth inhibitory activity against oral pathogens”, senyawa yang diekstraksi dari cengkeh ditemukan untuk menghentikan pertumbuhan dua jenis bakteri yang berkontribusi terhadap penyakit gusi.

Studi lain pada 40 orang menguji efek obat kumur herbal yang terdiri dari minyak pohon teh , cengkeh, dan kemangi.

Setelah menggunakan obat kumur herbal selama 21 hari, hasilnya menunjukkan peningkatan kesehatan gusi, serta jumlah plak dan bakteri di mulut.

Baca juga: Tips Tetap Bugar saat Puasa dari Atlet Wushu Taulo yang Dapat Tiket PON Papua

5. Meningkatkan kesehatan hati

Studi menunjukkan bahwa senyawa bermanfaat dalam cengkeh dapat membantu meningkatkan kesehatan hati.

Senyawa eugenol sangat bermanfaat bagi hati.

Satu penelitian pada hewan menunjukkan bahwa cengkeh dapat meningkatkan fungsi hati, mengurangi peradangan, dan mengurangi stres oksidatif.

Penelitian pada hewan lain menunjukkan bahwa eugenol yang ditemukan dalam cengkeh membantu memulihkan tanda-tanda sirosis hati atau jaringan parut pada hati.

Sayangnya, penelitian tentang efek perlindungan hati dari cengkeh dan eugenol pada manusia masih terbatas.

Sebuah penelitian kecil berjudul “Effect of short-term dietary administration of eugenol in humans” menemukan bahwa mengonsumsi suplemen eugenol selama 1 minggu menurunkan kadar glutathione-S-transferases (GSTs), keluarga enzim yang terlibat dalam detoksifikasi yang sering menjadi penanda penyakit hati.

Cengkeh juga tinggi antioksidan sehingga dapat membantu mencegah penyakit hati karena kemampuannya untuk membantu mengurangi stres oksidatif.

Namun demikian, eugenol dalam jumlah tinggi dapat beracun bagi manusia.

Satu studi kasus pada anak laki-laki berusia 2 tahun menunjukkan bahwa mengonsumsi 5-10 mL minyak cengkeh menyebabkan kerusakan hati yang serius.

6. Dapat membantu mengatur gula darah

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam cengkeh dapat membantu menjaga gula darah tetap terkendali .

Sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa ekstrak cengkeh membantu peningkatan gula darah moderat pada tikus dengan diabetes.

Penelitian tabung pda ahewan lainnya melihat efek ekstrak cengkeh dan nigericin, senyawa yang ditemukan dalam cengkeh, baik pada sel otot manusia maupun pada tikus dengan diabetes.

Cengkeh dan nigericin dapat meningkatkan kontrol gula dari darah ke dalam sel, meningkatkan sekresi insulin, dan meningkatkan fungsi sel yang memproduksi insulin.

Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengangkut gula dari darah ke dalam sel.

Fungsi insulin yang tepat sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

7. Dapat meningkatkan kesehatan tulang

Beberapa senyawa dalam cengkeh telah terbukti membantu menjaga massa tulang dalam penelitian pada hewan.

Sebagai contoh, sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa ekstrak cengkeh tinggi eugenol memperbaiki beberapa penanda osteoporosis dan meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang.

Cengkeh juga kaya mangan, yakni mineral yang terlibat dalam pembentukan tulang dan sangat penting untuk kesehatan tulang.

Namun, penelitian saat ini tentang efek cengkeh pada massa tulang sebagian besar terbatas pada penelitian pada hewan dan tabung reaksi.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi pembentukan tulang pada manusia.

ILUSTRASI - Cengkih
ILUSTRASI - Cengkih (Healthline)

8. Dapat mengurangi sakit maag

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam cengkeh dapat membantu mengobati sakit maag .

Dalam satu penelitian pada hewan, minyak esensial dari cengkeh terbukti meningkatkan produksi lendir lambung.

Lendir lambung berfungsi sebagai penghalang dan membantu mencegah erosi lapisan lambung dari asam pencernaan.

Studi hewan lain menemukan bahwa ekstrak cengkeh membantu mengobati sakit maag dan menunjukkan efek yang mirip dengan beberapa obat anti-ulkus. (*)

Berita Tips Kesehatan lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "8 Manfaat Cengkeh bagi Kesehatan"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved