Breaking News:

KESEHATAN

Jika Daging Anjing Salah Diolah, Berpotensi Menimbulkan Penyakit

Jika mengkonsumsi daging anjing yang salah diolah dapat berdampak menimbulkan berbagai penyakit bagi masyarakat

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Musa Abubar
Dokumen Pribadi drh Widya Bharanita Darmanto
drh Widya Bharanita Darmanto 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA, JAYAPURA- Daging anjing yang salah diolah berdampak buruk bagi warga yang sering mengkonsumsi daging anjing yang salah diolah

Bukan hal baru bila wilayah pesisir timur Indonesia gemar mengolah daging anjing untuk dikonsumsi sehari-harinya.

Kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, drh Widya Bharanita Darmanto (28) di Jayapura, Rabu (23/6/2021) menyarankan kepada masyarakat agar meperhatikan olahan daging anjing yang dikonsumsi.

"Daging anjing ini sebenarnya tinggi naturium dan memicu hipertensi bagi mereka yang mengkonsumsi," kata Widya.

"Pola pemotongan dan pembuatan pun harus diperhatikan, karena kebanyakan anjing yang dimakan rata-rata anjing liar," ujarnya.

Dia menyebutkan, penyakit kadang sulit terdeteksi bagi anjing liar, karena belum tahu apakah hewan tersebut sudah di vaksin atau belum.

Baca juga: Penadah Anjing Curian  Kota Jayapura Terancam Penjara 4 Tahun Penjara

"Tubuh anjing liar rata-rata kurang sehat, dipenuhi cacing atau terkena rabies, tapi tidak terdeteksi," katanya.

Widya mengatakan, kadang masyarakat berpikir rabies hanya bisa berpindah jika terjadi gigitan anjing.

Tidak hanya itu, rabies bisa berpindah jika pengolahan daging anjing yang salah dan tak bersih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved